SDN 101791 Deli Serdang Diduga Pungli Rp 20 Ribu Setiap Siswa untuk Nonton Film

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Kamis, 03 Agustus 2023
0 dilihat
SDN 101791 Deli Serdang Diduga Pungli Rp 20 Ribu Setiap Siswa untuk Nonton Film
Pihak SDN 101.791di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang mengutip biaya Rp 20 ribu untuk nonton film. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

" Sekolah Dasar Negeri (SDN) 101.791 di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang mengutip uang Rp 20 ribu kepada ratusan siswanya, hanya untuk menonton film dengan menggunakan kacamata 3 dimensi "

MEDAN, TELISIK.ID - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 101.791 di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang mengutip uang Rp 20 ribu kepada ratusan siswanya, hanya untuk menonton film dengan menggunakan kacamata 3 dimensi.

Itu terungkap saat awak media mendatangi sekolah, Kamis (3/8/2023) sekira pukul 11:00 WIB. Wali murid merasa menjadi terbebani.

"Anak ngasih kabar suruh bayar Rp 20 ribu. Makanya saya sekarang datang ke sekolah untuk membayar," kata wali murid yang enggan menyebutkan identitasnya.

Selain itu, wanita ini mengaku sudah membayar kepada guru kelasnya.

Baca Juga: Dua Anggota Polri Diduga Berzina Dipecat dan Ajukan Banding Mangkrak di Polda Sumatera Utara

"Sudah saya bayar langsung dengan gurunya. Anak saya kelas V," terangnya.

Terpisah, Kepala SDN 101.791 Kecamatan Patumbak, Sahro ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengutipan uang Rp 20 ribu itu.

"Kutipan itu hanya untuk yang bersedia saja. Tidak dipaksakan, itu bukan pungli (pungutan liar)," ucapnya.

Ketika ditanya mengenai keberatan orang tua murid dan berapa pihak sekolah mendapatkan keuntungan dari kegiatan itu. Kepala sekolah ini mengaku tidak ada.

"Itukan untuk pembelajaran anak-anak murid juga. Tidak ada mendapatkan apa-apa dari pihak sekolah," terangnya.

Sedangkan Sapta perwakilan dari pihak penyelenggara atau event organizer bermerek tiga dimensi mengaku, kegiatan itu merupakan edukasi audio visual.

"Ini adalah pembelajaran sekaligus hiburan dan akan dilakukan satu hari saja," ucap Sapta

Baca Juga: Dugaan Kompol Agung Basuni Selingkuh bersama Istri Pengusaha Disanksi Demosi, Polri Watch: Harusnya Dipecat

Ketika ditanya mengenai adanya keberatan dari salah satu orang tua siswa, Sapta mengaku tidak tahu.

"Tidak tahu saya. Siapa yang mau menonton diperbolehkan tidak dipaksakan. Ini edukasi tentang kehidupan di bawah laut dan alam durasinya 75 menit," tambahnya.

Selain itu, pelajar itu juga dipertontonkan film horor dengan menggunakan kacamata tiga dimensi.

"Mereka juga butuh hiburan. Ada film horornya juga. Kami sifatnya independen, kegiatan ini murni dari pihak sekolah saja bukan dari dinas," terangnya. (A)

Penulis: Reza Fahlefy

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga