BOMBANA, TELISIK.ID - Warga Desa Mapila melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bombana, menuntut kepastian Kepala Desa Mapila yang akan dilantik.
Salah satu perwakilan masyarakat Desa Mapila, Rahim mengatakan, unjuk rasa ini menuntut kepada pemerintah daerah untuk menjadikan aturan sebagai rujukan pelaksanaan pilkades serentak.
Dikatakan, di Desa Mapila ada 3 dusun. Jika dilihat dari sebaran dusun, maka calon kepala desa nomor urut 5 atas nama Sudirman hanya menang di Dusun I atau TPS I yang DPT-nya hanya warga dusun I, sementara calon lainnya, Sulfikar, menang di TPS II yang DPT-nya mencakup 2 dusun.
"Dari sebaran dusun, maka Sulfikar yang harus dilantik, meskipun perolehan suara seri. Tapi kami tetap tunggu sampai besok hasil keputusan yang mereka ambil. Jika orang lain yang dilantik, maka kami akan gugat," ucap Rahim.
Untuk diketahui, pelantikan kepala desa terpilih akan dilaksanakan pada Kamis (14/4/2022) oleh Bupati Bombana secara serentak, seperti dikatakan oleh Kepala Dinas PMD Bombana, Hasdin Ratta, saat menerima massa aksi di halaman kantornya.
