adplus-dvertising

Simak 4 Fakta Padang Arafah, Tempat Wukuf Jemaah Haji

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 08 Juli 2022
2567 dilihat
Simak 4 Fakta Padang Arafah, Tempat Wukuf Jemaah Haji
Jemaah haji berserah diri pada Allah saat wukuf di Padang Arafah. Foto: Repro AFP Photo

" Padang Arafah mempunyai makna mendalam bagi umat Islam, sehingga ditetapkan sebagai lokasi wukuf jemaah haji "

KENDARI, TELISIK.ID - Salah satu rukun haji adalah wukuf atau berdiam diri di Padang Arafah. Umat Muslim dari penjuru dunia yang melaksanakan haji berkumpul di tempat ini.

Dikutip dari cnnindonesia.com, wukuf di Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Saat melakukan wukuf, jamaah haji berdiam di mauqif atau wukuf. Namun selagi berdiam diri, jemaah dianjurkan untuk berdoa dan melakukan sejumlah ibadah lainnya untuk menyempurnakan ibadahnya.

Wukuf di Arafah sebagaimana sabda Rasul, "Tiada hari di mana Allah banyak membebaskan para hamba dari siksa neraka sebanyak Hari 'Arafah". Maka untuk menghormati kemuliaan Hari 'Arafah, yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji disunahkan berpuasa di hari tersebut."


Ketika hari tarwiyah (8 Dzulhijjah), jemaah haji dianjurkan bermalam di Mina. Pada hari Tarwiyah mereka mempersiapkan diri menuju puncak haji, yaitu wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Padang Arafah mempunyai makna mendalam bagi umat Islam, sehingga ditetapkan sebagai lokasi wukuf jemaah haji.

Dikutip dari Kompas.com, berikut fakta-fakta mengenai Padang Arafah.

1. Tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa  

Terdapat sebuah bukit yang bernama Jabal Rahmah di Padang Arafah, tepatnya di sebelah selatan.

Mengutip situs Kementerian Agama, jabal dalam bahasa Arab berarti gunung atau bukit. Sedangkan, rahmah berarti kasih sayang. 

Baca Juga: Jemaah Haji Wukuf di Arafah, Ini yang Dilakukan

Sejumlah ulama sepakat bahwa Jabal Rahmah di Padang Arafah merupakan tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa, sehingga bernama bukit kasih sayang.

Seperti diketahui, Nabi Adam dan Siti Hawa  diturunkan ke bumi secara terpisah sebelum akhirnya kembali dipertemukan. 

Pemerintah Arab Saudi membangunkan sebuah tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tinggi 8 meter di Jabal Rahmah. Lokasi tugu tersebut dipercaya sebagai titik bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa.

Dari puncak Jabal Rahmah, pemandangan Padang Arafah terlihat sangat jelas. Jabal Rahmah selalu dipadati pengunjung baik di musim haji maupun di waktu yang lain.

Ketika musim haji, jemaah yang melakukan wukuf di Padang Arafah juga memadati Jabal Rahmah.

Sedangkan di luar musim haji, umat Islam kebanyakan datang untuk berziarah dan napak tilas pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa.

2. Wukuf di Arafah menjadi rukun haji

Seperti disampaikan sebelumnya, wukuf di Padang Arafah merupakan salah satu rukun ibadah haji.

Gus Arifin dalam Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah (2014) yang dilansir dari situs Badan Pengelola Keuangan Haji menuturkan, jemaah haji tidak akan mendapat pahala ibadah haji jika tidak melaksanakan wukuf di Padang Arafah

Nama Arafah berasal dari kata arafa dalam bahasa Arab, yang berarti mengerti dan paham pada sesuatu.

Pendapat lain mengatakan bahwa nama Arafah berasal dari kata i’tiraf yang berarti pengakuan dosa dari jemaah haji ketika wukuf. 

Wukuf di Padang Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Pada hari itu, jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan berzikir sampai matahari terbenam. 

Selanjutnya, jemaah haji menuju Muzdalifah untuk bermalam atau mabit di sana. Muzdalifah merupakan daerah yang terletak di antara Arafah dan Mina. Jemaah haji mengumpulkan batu kerikil di tempat ini, yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah. 

3. Lokasi Padang Arafah 

Padang Arafah terletak sekitar 25 kilometer sebelah tenggara Kota Mekkah, berdasarkan informasi dari situs Badan Pengelola Keuangan Haji. 

Mengutip dari Arab News, Padang Arafah terdiri dari dataran terbuka dan gunung atau bukit yakni Jabal Rahmah dengan ketinggian sekitar 70 meter. 

Baca Juga: Keutamaan Puasa Arafah Menghapus Dosa 2 Tahun, Berikut Niatnya

Padang Arafah dikelilingi oleh jajaran pegunungan dan Wadi Arana. Padang Arafah mampu menampung lebih dari dua juta jemaah haji saat wukuf. 

4. Masjid di Padang Arafah  

Terdapat masjid di Padang Arafah yakni Masjid Namirah. Berdasarkan informasi dari situs Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Masjid Namirah terletak di perbatasan Kota Mekkah dan Arafah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah memperluas masjid ini menjadi 124.000 meter persegi. Masjid yang terdiri dari dua lantai ini, mampu menampung hingga 300.000 jemaah. 

Namun, setelah perluasan tersebut, sebagian bangunan masjid melampaui batas Arafah. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga