KENDARI, TELISIK.ID – Pemerintah Indonesia sudah berkomitmen untuk mengembangkan sektor ekonomi hijau sejak gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, salah satu goalnya adalah pengurangan 29 persen emisi Gas Ruma Kaca (GRK) yang termuat sebagai target Nationally Determined Contribution (NDC) tahun 2030.
Janji ekonomi hijau pasalnya sudah mulai direncanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang mengadakan program peluncuran aplikasi perencanaan dan pemantauan rendah karbon.
Program ini sudah mulai diturunkan di daerah. Bappeda Sulawesi Tenggara baru-baru ini mengumpulkan seluruh OPD untuk berkoordinasi terkait program tersebut.
Pengembangan ekonomi hijau di Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara agaknya skeptis dilakukan, wilayah yang dijuluki Bumi Anoa tersebut dikenal sebagai lumbung tambang, khususnya nikel.
Baca Juga: Begini Gambaran Resesi Ekonomi 2023 Menurut Pengamat
