SMK Negeri 2 Kendari Libatkan Orang Tua dan Guru BK Bentuk Karakter Siswa

Erni Yanti, telisik indonesia
Rabu, 03 Juni 2026
0 dilihat
SMK Negeri 2 Kendari Libatkan Orang Tua dan Guru BK Bentuk Karakter Siswa
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kendari, Ahmad Mustapa saat diwawancarai di sekolah. Foto: Erni Yanti/Telisik

" SMK Negeri 2 Kendari terus memperkuat pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa melalui berbagai program yang melibatkan guru, orang tua, hingga pemanfaatan teknologi digital "

KENDARI, TELISIK.ID - SMK Negeri 2 Kendari terus memperkuat pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa melalui berbagai program yang melibatkan guru, orang tua, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Kepala SMK Negeri 2 Kendari, Ahmad Mustapa, mengatakan pembentukan karakter siswa menjadi salah satu fokus utama sekolah.  

Berbagai aturan diterapkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas peserta didik.

"Sekolah memiliki aturan yang memang ditujukan untuk pembentukan karakter anak-anak. Setiap tiga bulan kami memberikan laporan perkembangan siswa kepada orang tua, baik dari aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilan," ujar Ahmad Mustapa, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, komunikasi dengan orang tua dilakukan secara intensif. Jika siswa tidak hadir selama tiga hari berturut-turut tanpa keterangan, pihak sekolah akan langsung menghubungi orang tua untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga: Keluarga Tak Terima Kematian Warga Binaan Rutan Kendari, Ini Kata Dokter dari Hasil Autopsi

Sekolah ini juga menggunakan aplikasi yang terhubung langsung dengan orang tua. Melalui aplikasi tersebut, berbagai pelanggaran tata tertib maupun keterlambatan siswa dapat diketahui secara real time oleh orang tua, wali kelas, guru, hingga kepala sekolah.

"Begitu ada pelanggaran yang diinput dalam aplikasi, orang tua langsung mendapatkan informasi. Ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak," kata Mustapa.

Ia menjelaskan, budaya disiplin diterapkan sejak siswa memasuki gerbang sekolah. Tata tertib yang mengatur penampilan dan perilaku siswa dibuat untuk membentuk karakter serta tanggung jawab sebagai pelajar.

Kedisiplinan juga diterapkan kepada guru dan tenaga kependidikan. Setiap hari sekolah melaksanakan apel pagi mulai pukul 07.00 hingga 07.15 Wita sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

"Guru sudah harus berada di kelas pada pukul 07.15 untuk memberikan pembelajaran kepada siswa. Kehadiran guru juga kami kontrol setiap hari agar pelayanan pendidikan berjalan optimal," jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah, SMK Negeri 2 Kendari menerapkan konsep "3P", yakni Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi.  

Penampilan mencakup kondisi lingkungan sekolah maupun kerapian seluruh warga sekolah. Pelayanan diberikan secara cepat, ramah, dan berkualitas, sedangkan prestasi menjadi target akhir yang ingin dicapai.

Hasilnya, sekolah berhasil mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional.  

Berdasarkan penilaian pusat prestasi nasional, SMK Negeri 2 Kendari masuk dalam 30 besar dari sekitar 14 ribu SMK di Indonesia dan menempati peringkat keempat di Sulawesi.

Sementara itu, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Negeri 2 Kendari, Linda Kahar, menegaskan bahwa pembinaan karakter dilakukan dengan pendekatan humanistik dan melibatkan orang tua secara aktif.

Baca Juga: 11 Kandidat Berebut Kursi Rektor UHO, Berikut Jadwal Pemilihan

Menurutnya, layanan BK tidak hanya diberikan kepada siswa yang memiliki masalah, tetapi juga kepada siswa berprestasi agar tetap rendah hati dan terus berkembang sesuai bakat serta minatnya.

"Di BK bukan hanya siswa bermasalah yang mendapat pelayanan. Siswa yang berprestasi juga kami dampingi agar tidak sombong dan prestasinya terus meningkat," ujarnya.

Linda mengungkapkan, pihak sekolah juga melakukan kunjungan rumah (home visit) bagi siswa yang membutuhkan perhatian khusus.  

Bagi siswa yang harus bekerja sambil sekolah, guru BK turut mengunjungi tempat kerjanya untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.

"Kami berupaya memahami kondisi setiap anak. Ada yang harus bekerja sambil sekolah, sehingga kami datang ke tempat kerjanya. Pendekatan ini dilakukan agar siswa tetap mendapatkan pendampingan dan motivasi," katanya. (B-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga