adplus-dvertising

Sosok Artidjo Alkostar, Mantan Hakim MA yang Ditakuti Koruptor Kini Telah Tiada

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Senin, 01 Maret 2021
1388 dilihat
Sosok Artidjo Alkostar, Mantan Hakim MA yang Ditakuti Koruptor Kini Telah Tiada
Mantan Hakim Agung, Artidjo Alkostar. Foto: Repro Antara

" Artidjo Alkostar adalah hakim agung yang dijuluki algojo oleh para koruptor. Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan back up politik. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang cukup besar. Mantan Hakim Agung, Artidjo Alkostar, meninggal dunia Minggu (28/2/2021) kemarin.

Artidjo Alkostar dikabarkan meninggal akibat penyakit kanker yang dideritanya. Bagi mahasiswa bidang hukum atau memiliki profesi sebagai pengacara atau berkenaan dengan hukum, nama Artidjo Alkostar sudah tak asing lagi. Bahkan ia juga dikenal sebagai sosok yang ditakuti para koruptor ketika masih jadi Hakim Majelis Agung (MA).

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenang sosok Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar dikabarkan wafaf, Minggu (28/2/2021) hari ini. Mahfud MD juga sekaligus mengabarkan berita duka atas kepergian mantan Mahkamah Agung (MA) itu.


"Kita kehilangan seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritras, Artidjo Alkostar. Beliau yang dulu menginspirasi saya menjadi aktivis penegak hukum dan demokrasi," kata Mahfud seperti dikutip dari Instagram @mohmahfudmd, Minggu (28/2/2021).

Mahfud menyebut jika Artidjo merupakan aparat penagak hukum yang ditakuti para koruptor. Bahkan, mendiang Artidjo kerap dijuluki sebagai algojo pengadilan karena tak segan-segan menjatuhkan hukuman berat untuk para koruptor.

"Artidjo Alkostar adalah hakim agung yang dijuluki algojo oleh para koruptor. Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan back up politik," tambahnya.

Baca juga: Ini Proyek yang Diduga Menyeret Nurdin Abdullah Terlibat Korupsi

Selain itu, Mahfud juga menceritakan saat kebersamaannya Artidjo Alkostar.

"Thn 1978 Mas Artidjo menjadi dosen saya di FH-UII Yogya yang juga jadi pengacara. Selama jadi pengacara dikenal lurus," tambahnya.

"Pada 1990/1991 saya dan Mas Artidjo sama-sama pernah menjadi visiting scholar (academic researvher) di Columbia University, New York. RIP, Mas Ar," kenangnya.

Melansir Suara.com, berikut profil Artidjo Alkostar sosok Mantan Hakim MA yang Ditakuti Koruptor:

Profil Artidjo Alkostar

Lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 22 Mei 1949 lalu, Artidjo Alkostar sendiri sudah mulai dikenal publik secara luas sebagai seorang hakim yang tegas pada kasus-kasus yang melibatkan nama-nama besar. Seakan tak memiliki rasa takut, tidak sedikit orang-orang penting yang divonis berat akibat kejahatan yang dilakukannya.

Setidaknya tercatat sejumlah lebih dari 19.000 berkas perkara sudah ditangani selama ia berkarir di dunia hukum.

Riwayat Pendidikan Artidjo Alkostar

Artidjo Alkostar menyelesaikan pendidikan S1-nya di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dan kemudian melanjutkan studi di Northwestern University, Chicago.

S2 Artidjo Alkostar mengambil program program Master of Laws. Pensiun dari jabatannya sebagai hakim agung pada 2018 lalu, ia kemudian dipercaya sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Usai Ditetapkan Tersangka, Nurdin Abdullah Mengaku Tidak Tahu Apa-Apa

Karier Artidjo Alkostar

Secara singkat, Artidjo Alkostar juga memiliki karier yang cukup brilian. Dimulai pada tahun 1981 ketika ia menjadi Wakil Direktur LBH Yogyakarta, kemudian menjabat Direktur LBH Yogyakarta pada 1983.

Namanya juga pernah tercatat sebagai Pengacara Human Right Watch divisi Asia, New York, pada tahun 1989. Dari tahun 1991 hingga 2000, ia aktif di Artidjo Alkostar and Associates.

Artidjo Alkostar juga aktif di ranah pendidikan dengan menjadi tenaga pengajar di Fakultas Hukum dan Pascasarjana UII hingga tahun 2016 lalu.

Ia kemudian dipercaya sebagai Hakim Mahkamah Agung RI pada tahun 2000 hingga 2016, dan kemudian menjadi Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI pada 2014 hingga 2016. Karir terakhirnya adalah tercatat sebagai anggota Dewas KPK RI.

Berkat dedikasinya yang mengagumkan, sederet kasus hukum yang melibatkan nama besar berhasil dijatuhi vonis berat. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga