adplus-dvertising

Surga Tropis Pulau Sombori, Miniatur Raja Ampat

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Minggu, 06 Desember 2020
3110 dilihat
Surga Tropis Pulau Sombori, Miniatur Raja Ampat
Gugusan pulau yang berada di Pulau Sombori. Foto: Ist.

" Dikelilingi gugusan pulau hijau dan tebing karst yang cantik, pulau ini begitu nikmat dipandang mata. "

KENDARI, TELISIK.ID - Pulau Sombori adalah 'surga tropis' yang terletak di Desa Mbokitta, Kecamatan Menui, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pulau Sombori kerap dijuluki Raja Ampat mini atau Phi Phi Island-nya Indonesia. Pantai birunya yang tenang dan dikelilingi pulau-pulau hijau sekilas mengingatkan kepada objek wisata alam andalan Thailand itu.

Pulau Sombori ini berdekatan dengan Pulau Labengki yang berada di Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara. Anda bisa menikmati keduanya dalam satu hari tanpa memakan banyak waktu.


Di Pulau Sombori, kealamian alamnya masih sangat terjaga. Air pantai yang jernih kebiru-biruan dengan arus yang tenang sangat menarik bagi pengunjungnya.

Dikelilingi gugusan pulau hijau dan tebing karst yang cantik, pulau ini begitu nikmat dipandang mata.

 

Salah satu spot favorit ketika berwisata di Pulau Sombori. Foto: Ist.

 

Pulau ini juga menjadi kawasan konservasi perairan dengan luas sekitar 147.700 hektare.

Pulau Sombori bisa dijadikan tempat yang pas untuk snorkeling dan diving. Dua spot terbaik untuk snorkeling dan diving di Pulau Sombori adalah Pulau Koko dan Pulau Dua Laut.

Di Pulau Koko, terdapat dua pantai yang dikenal dengan lambaian pohon kelapanya, sehingga memberikan kesejukan yang luar biasa.

Saking jernihnya air di Pulau Koko, Anda bisa melihat jelas ikan-ikan kecil berenang.

Selain itu ada Pulau Khayangan, keindahannya seperti tertuang sempurna di Pulau Kayangan Sombori.

Baca juga: Menikmati Pantai dan Air Terjun Desa Wisata Namu

Pantai indah yang ada di Pulau Kayangan bisa dibilang cukup panjang yaitu 20 meter hingga 50 meter dan dihiasi dengan tebing-tebing batu yang menjulang tinggi.

Lokasi dari Pulau Kayangan juga termasuk berdekatan dengan pulau-pulau lainnya yang ada di Sombori.

Perairan yang ada disekitar Pulau Kayangan termasuk ke dalam perairan dangkal.

Keindahan dari Pulau Kayangan ini terlihat saat Anda naik ke puncak bukit yang ada di Pulau Kayangan.

Disarankan untuk menggunakan sepatu atau sandal gunung selama melewati jalur batu karang di pulau ini karena bebatuannya yang licin.

Lengkapi peralatan Anda juga dengan menggunakan sarung tangan karena kebanyakan karang yang ada di sini tajam.

Untuk sampai ke puncak bukit Anda hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit saja karena treknya yang tidak terlalu panjang. Dari atas sini Anda bisa melihat keindahan pemandangan berupa hamparan pulau dan karang yang dilengkapi dengan indahnya air laut yang berwarna biru.

Ada juga gua-gua tersembunyi yang bisa kita capai dengan trekking. Gua pertama yang harus dikunjungi adalah Gua Berlian yang terletak di pulau lain.

Disebut Gua Berlian karena stalaktit di dalam gua sangat berkilau bak berlian jika tersapu cahaya gua. Karena letak guanya berada di tebing, membutuhkan usaha keras untuk menaiki tebing dengan kemiringan 70-80 derajat.

Ketinggian Gua Berlian sekitar 10 meter dari permukaan laut. Gua Berlian belum lama ditemukan karena Pulau Sombori masih tergolong sepi.

Baca juga: Pesona Alam Air Terjun Permandian Sangkona

Untuk mencapai Pulau Sombori, bisa dijangkau menggunakan pesawat dari Bandara Mutiara Palu ke Bandara Maleo, Morowali.

Selanjutnya, perjalanan dari bandara bisa dilanjutkan menggunakan kendaraan bermotor menuju ke Bungku, Ibu Kota Kabupaten Morowali, selama 30 menit.

Dari situlah kamu bisa menyeberang menggunakan speedboat selama sekitar dua jam ke Pulau Sombori.

Kalau mau lebih ringkas, kamu juga bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Sombori ketika sudah puas bermain-main di Pulau Labengki. Biasanya ada kapal untuk menuju ke Pulau Sombori dari Labengki.

Ada beberapa penginapan yang tersedia di Labengki dan Sombori. Salah satunya Homestay Labengki Beach Hut Resort.

Penginapan sederhana ini menyediakan beberapa fasilitas standar, seperti kipas angin, kasur, kamar mandi, dan makan tiga kali sehari. Harganya sekitar Rp 500 ribu per orang.

Alternatif lainnya, kamu bisa menginap di rumah penduduk yang memang terkenal sangat ramah wisatawan.

Satu rumah biasanya memiliki rata-rata delapan kamar tidur dan lima kamar mandi. Sehingga, jika pergi bersama rombongan, bisa beristirahat dalam satu rumah.

Tarif menginap di rumah penduduk biasanya sangat murah. Kamu cukup membayar biaya makan sekitar Rp 30 ribu per orang. (B)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga