KENDARI, TELISIK.ID - Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tergabung dalam Forum Pemberhati Hukum Sulawesi Tenggara (FPH-Sultra) berlangsung ricuh, Jumat, (27/12/2019).
Mereka memprotes penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan Plt. Bupati Buton Selatan (Busel), H. La Ode Arusani, di Polda Sultra karena dianggap tak wajar.
Baca Juga: Pemda Kolut Anggarkan Rp45 Miliar untuk Bandara
Kericuhan berawal dari massa aksi yang mencoba membakar ban dalam menyampaikan orasinya. Polisi yang menjaga ketat jalannya aksi menghalau dan berusaha merampas ban milik massa. Kericuhan pun mulai terjadi.
Massa yang kesal karena terus dihalangi akhirnya nekat menerobos barikade kepolisian. Aksi saling dorong kembali terjadi. Beberapa peserta aksi terlihat saling tarik dengan polisi. Kericuhan semakin terjadi.
