Takut Bernasib seperti Palestina, Warganet Minta UNHCR Tutup di Indonesia

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Sabtu, 02 Desember 2023
0 dilihat
Takut Bernasib seperti Palestina, Warganet Minta UNHCR Tutup di Indonesia
Pengungsi Rohingya saat berada di pantai Desa Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Provinsi Aceh, Sabtu (2/12/2023). Foto: Kompas.id

" United Nation High Commisioner for Refugees (UNHCR Indonesia) mendapat banyak kecaman dari warga Aceh dan netizen di media sosial. Pasalnya, UNHCR Indonesia meminta pemda setempat untuk menampung warga Rohingya yang mencari tempat tinggal baru "

KENDARI, TELISIK.ID - United Nation High Commisioner for Refugees (UNHCR Indonesia) mendapat banyak kecaman dari warga Aceh dan netizen di media sosial. Pasalnya, UNHCR Indonesia meminta pemda setempat untuk menampung warga Rohingya yang mencari tempat tinggal baru.

Sebanyak 249 pengungsi asal Myanmar ini telah dua kali pindah lokasi akibat penolakan warga yang kembali mendorong kapal para imigran ke laut. Namun, tahukah kamu? Gelombang imigran yang mendarat ke Aceh bukan baru kali ini terjadi.

Sebelumnya, sekitar 220 pengungsi Rohingya tiba di Gampong Kulee, Pidie. Tak sampai di situ, sebanyak 35 pengungsi Rohingya juga telah tiba di Kecamatan Madat, Aceh Timur pekan lalu seperti dikutip dari Goodstast.id.

Lari dari pengungsian di Bangladesh

Bangladesh sebelumnya menampung sekitar satu juta pengungsi Rohingya, yang sebagian besar melarikan diri dari tindakan keras militer Myanmar pada tahun 2017 yang kini menjadi sasaran penyelidikan genosida PBB.

Berdasarkan laporan dari UNHCR, para pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh mayoritas berasal dari penampungan pengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh. Namun, lokasi tempat tinggal di Cox’s Bazar kurang memadai. Area tempat tersebut rentan terkena tanah longsor dan besarnya risiko banjir di musim hujan.

Baca Juga: Viral Rohingya Minta Tanah di Malaysia, Indonesia Tolak Keras Tampung Pengungsi

Selain itu, para pengungsi juga rentan terkena penyakit, seperti malaria, demam, hepatitis, dan lainnya. Terlebih, area perkemahan juga tak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

Akibatnya, semakin banyak pengungsi Rohingya yang memilih pergi melalui jalur laut ke negara-negara lain. Meski demikian, masih banyak pengungsi Rohingya yang kesulitan mencari tempat bernaung.

UNHCR Minta warga bantu pengungsi Rohingya

Melansir Antaranews.com, Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia Ann Maymann menambahkan, UNHCR Indonesia telah bermitra dengan lebih dari 12 organisasi Islam yang berbeda sejak 2021.

Menurut dia dukungan dan mitra itu membuat UNHCR Indonesia dapat memberikan bantuan dampak baik bagi kehidupan orang-orang yang terpaksa mengungsi di Indonesia dan di seluruh dunia.

"Saya sangat percaya pada kemampuan komunitas Muslim yang berada di Asia dan Pasifik untuk bersatu membantu mereka yang membutuhkan dan mendorong perubahan,” demikian Ann Maymann.

Warganet takut bernasib seperti Palestina

Ramai isu pengungsi Rohingya yang dikecam di berbagai sosial media, salah satunya akun TikTok, dari akun TikTok @Bwhalee menuturkan "Kami warga Indonesia menolak keras menampung warga asing, ditakutkan akan terjadi hal yang sama".

Banyak warganet menduga jika UNHCR di Indonesia adalah orang-orang Rohingya. Warganet menduga jika Rohingya memiliki backingan dan dibantu oleh UNHCR Indonesia untuk memuluskan jalannya masuk ke Aceh melalui perairan.

Akun TikTok yang berseliweran meminta pemerintah bergerak cepat menuntaskan hal tersebut, bahkan warganet di media sosial menyebut jika dibiarkan, lama kelamaan warga Rohingya akan beranak pinak di Indonesia.  

Namun, tak sedikit pula menyerang akun UNHCR Indonesia di TikTok dan media sosial lainnya meminta UNHCR ditutup di Indonesia. Seperti yang dilakukan akun TikTok @dailySAVfamily dengan tagar #TUTUPUNHCR, #BUBARKANUNHCR yang di timpali oleh pengguna lainnya.

Sejarah UNHCR di Indonesia

Melansir Tempo.co, UNHCR sudah beroperasi di Indonesia sejak 1979, ketika Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNHCR dalam membangun kamp pengungsian di Pulau Galang, untuk menampung lebih dari 170,000 pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Indonesia belum menjadi Negara Pihak dari Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi dan Protokol 1967, serta belum memiliki sebuah sistem penentuan status pengungsi. Akhirnya, Pemerintah memberikan kewenangan kepada UNHCR untuk menjalankan mandat perlindungan pengungsi dan untuk menangani permasalahan pengungsi di Indonesia.

Sedangkan, Rencana Aksi Komprehensive (The Comprehensive Plan of Action /CPA), yang diadopsi pada 14 Juni 1989 oleh Negara Pihak Konferensi Internasional tentang Pengungsi Indo-Cina, memberikan UNHCR tanggungjawab spesifik dalam penanganan kedatangan pengungsi Indo-Cina dan pencarian solusi permanen bagi mereka.

Baca Juga: TikTok Shop Bakal Gandeng E-Commerce

Sejak penutupan kamp pengungsian Galang pada tahun 1996, UNHCR tetap melanjutkan bantuannya bagi Pemerintah Indonesia dalam memberikan kebutuhan pengungsi akan perlindungan internasional. Saat ini, UNHCR memiliki hampir 60 orang staff yang bekerja di kantor utama di Jakarta dan di empat lokasi lainnya di Indonesia, yaitu Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang dan Makassar.

Ratusan pengungsi Rohingya masih berlabuh di Sabang

Ratusan pengungsi Rohingya kembali berlabuh di pesisir pantai Pulau Weh, Sabang. Mereka mendarat di Pantai Batu Hitam, Jurong Keuramat, Gampong Ie Meule, pada Sabtu (2/12/2023) dini hari. Hingga Sabtu pagi, warga Rohingya ini masih berkumpul di pinggir pantai, setelah turun dari sebuah kapal kayu. Dalam rombongan terlihat pengungsi laki laki dan perempuan dewasa serta anak-anak, dengan jumlah 139 orang.

Syahrial mengaku belum bisa memutuskan akan menempatkan para pengungsi tersebut di mana. “Kami menunggu arahan pimpinan saja,” bebernya dilansir dari Kompas.com

Warga setempat juga terlihat membawa bantuan yang diberikan untuk para pengungsi Rohingya. Di antaranya, makanan, pakaian layak pakai, selimut, dan bantuan lainnya. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga