adplus-dvertising

Tiga Intervensi Dinkes Sulawesi Tenggara Penuhi Kebutuhan Gizi Remaja

Adinda Septia Putri, telisik indonesia
Senin, 28 November 2022
308 dilihat
Tiga Intervensi Dinkes Sulawesi Tenggara Penuhi Kebutuhan Gizi Remaja
Penggerakan masyarakat dalam kegiatan aksi bergizi yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

" Gizi adalah komponen penting yang harus disempurnakan untuk tumbuh kembang yang efektif. Kebutuhan gizi juga menjadi salah satu aspek yang harus dicapai untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan "

KENDARI, TELISIK.ID - Gizi adalah komponen penting yang harus disempurnakan untuk tumbuh kembang yang efektif. Kebutuhan gizi juga menjadi salah satu aspek yang harus dicapai untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara melalui program promosi kesehatan bekerjasama dengan Dinkes di lima kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe, Kabupaten Buton, Kota Baubau, dan Kabupaten Wakatobi melaksanakan kegiatan aksi bergizi di sekolah/ madrasah di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Sulawesi Tenggara, dr Putu Agustin Kusumawati mengatakan, kegiatan aksi bergizi difokuskan untuk remaja, khususnya putri. Hal ini mengingat remaja putri saat ini merupakan calon ibu di masa depan.


Baca Juga: Permasalahan Sampah Masuk Pembahasan Rakor Forkopimda Kendari

Untuk mencegah lahirnya anak stunting, maka diperlukan pemerhatian gizi lebih dini kepada remaja putri sebagai calon ibu. Terlebih masa remaja juga merupakan masa pertumbuhan yang sangat cepat dan menjadi cerminan gizi pada usia dini.

Senam sebagai aktivitas fisik menjadi salah satu kegiatan aksi bergizi yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

 

Kegiatan aksi bergizi dilakukan dengan tiga intervensi utama, yaitu kegiatan sarapan dan minum tablet tambah darah bersama di sekolah/madrasah setiap Minggu, edukasi gizi yang bersifat multi sektor dengan tujuan mempromosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik dan komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan juga komprehensif.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan dengan program-program pembangunan yang ada di lima kabupaten tersebut, terutama dalam dalam membangun pengetahuan dan pemikiran kritis siswa terkait gizi dan kesehatan remaja.

Baca Juga: Pendaftaran PPK Libatkan Dinas Dikmudora

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan, I Kadek Sutomo mengatakan, gerakan aksi bergizi diintegrasikan bersama Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.

Pemberian tablet penambah darah kepada remaja putri untuk mencegah kelahiran anak stunting dalam kegiatan aksi bergizi. Foto: Ist.

 

Terkait permasalahan gizi pada remaja, ia mengungkapkan 3 dari 10 remaja putri mengalami anemia atau kekurangan darah, hal ini pasalnya sinyal buruk untuk mereka akan beresiko melahirkan bayi yang stunting.

Oleh karena itu pemberian tablet tambah darah mejadi salah satu intervensi yang dilakukan dalam aksi bergizi yang dilakukan Dinkes. (B-Adv)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Kardin

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga