KENDARI, TELISIK.ID - Dalam hidup kita, akan selalu dihadapkan dengan masalah. Bersabar dan berusaha menghadapinya tanpa mengeluh adalah cara terbaik menyelesaikan masalah tersebut.
Tidak semua orang mampu menghadapi masalah dengan kesabaran, namun mereka yang mampu menghadapinya dengan cara terbaik akan menjadi seorang pemenang dalam kehidupan.
Kehidupan Anton (54), memang tidak seberuntung orang lain. Ia yang kesehariannya memulung hanya bisa memunguti botol, kardus dan barang bekas di tempat-tempat sampah kotor di pinggir jalan. Namun Anton tidak pernah malu atau pun mengeluh dengan profesinya.
Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kota kelahiran Anton. Di sana ia dilahirkan, namun sejak 3 tahun lalu ia sudah menetap dan menjadi penduduk asli Kota Kendari. Ia tinggal bersama istrinya Yukenta (37) dan dua orang anaknya, Tania dan Putra di jalan Sao-Sao.
Setiap hari Anton memperoleh penghasilan yang tidak menentu. Jika menemukan banyak botol, kardus atau barang bekas lainnya, Anton bisa mengantongi Rp 30.000 sampai Rp 50.000 per hari.
