Tower BTS hingga Banjir Dikeluhkan Warga Bende Kendari, Harmawati Siapkan Langkah Koordinasi

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Rabu, 03 Juni 2026
0 dilihat
Tower BTS hingga Banjir Dikeluhkan Warga Bende Kendari, Harmawati Siapkan Langkah Koordinasi
Reses anggota DPRD Sultra, Harmawati di Kelurahan Bende, Kota Kendari. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" Kebutuhan air bersih, persoalan banjir, hingga keberadaan tower BTS mendominasi aspirasi warga Kelurahan Bende yang diserap Harmawati saat reses DPRD Sultra "

KENDARI, TELISIK.ID - Kebutuhan air bersih, persoalan banjir, hingga keberadaan tower BTS mendominasi aspirasi warga Kelurahan Bende yang diserap Harmawati saat reses DPRD Sultra.

Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Harmawati, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses masa sidang II Tahun Sidang 2025-2026 di Jalan MT Haryono, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perangkat kelurahan, ketua RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat. Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat disampaikan secara langsung kepada legislator daerah tersebut.  

Mulai dari kebutuhan air bersih, banjir, penerangan jalan, keberadaan tower BTS, hingga edukasi kesehatan menjadi topik yang mengemuka.

Harmawati mengatakan reses menjadi sarana bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan program pemerintah daerah.

"Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan laporkan ke DPRD untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program prioritas pemerintah daerah," ujarnya.

Baca Juga: SMK Negeri 2 Kendari Libatkan Orang Tua dan Guru BK Bentuk Karakter Siswa

Dari berbagai usulan yang disampaikan warga, kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan. Sejumlah warga mengaku masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari sehingga harus membeli air dari sumber lain.

Masyarakat juga mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang. Menurut mereka, bantuan yang pernah diberikan sebelumnya belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Harmawati mengakui bahwa usulan terkait penyediaan air bersih menjadi aspirasi yang paling dominan diterimanya selama pelaksanaan reses.

"Aspirasi yang paling banyak saya terima berkaitan dengan kebutuhan air bersih, terutama pengadaan sumur bor. Program ini relatif lebih mudah direalisasikan dibandingkan usulan lainnya," katanya.

Selain persoalan air bersih, warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan di sejumlah kawasan permukiman. Mereka berharap adanya penambahan lampu jalan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan pada malam hari.

Harmawati menyebut kebutuhan tersebut dapat diupayakan melalui dukungan anggaran yang tersedia, termasuk melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD.

"Kalau ada dukungan anggaran melalui pokir, tentu bisa kita bantu untuk pengadaan lampu jalan," ungkapnya.

Persoalan banjir juga menjadi perhatian utama masyarakat Kelurahan Bende. Beberapa wilayah disebut masih rutin terendam ketika hujan turun akibat kondisi drainase yang kurang memadai dan saluran air yang belum terhubung secara optimal.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa kawasan di belakang The Park Kendari kerap mengalami banjir karena saluran drainase berukuran kecil dan terputus. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak berjalan lancar menuju muara.

Keluhan serupa datang dari warga Lorong Oleo, belakang Stadion Lakidende. Mereka mengaku genangan air kerap memasuki rumah meski hujan hanya berlangsung sekitar 30 menit karena belum tersedia jalur pembuangan air yang memadai.

Menanggapi persoalan tersebut, Harmawati menegaskan bahwa penanganan banjir memerlukan koordinasi lintas instansi sesuai kewenangan masing-masing.

"Kalau memang menjadi kewenangan pemerintah kota, maka harus ditangani oleh pemerintah kota. Begitu juga jika menjadi kewenangan provinsi. Yang terpenting adalah koordinasi agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Dalam reses tersebut, warga juga meminta adanya peninjauan terhadap keberadaan menara BTS Telkomsel di Lorong Manggis. Mereka mempertanyakan dokumen perizinan serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dinilai belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat sekitar.

Beberapa warga mengaku pernah mengalami kerusakan perangkat elektronik saat terjadi petir. Mereka berharap ada evaluasi terhadap keberadaan tower tersebut serta kejelasan mengenai aspek perizinannya.

Harmawati mengatakan aspirasi masyarakat terkait tower BTS akan menjadi perhatian dan akan dikomunikasikan dengan pihak terkait.

"Masyarakat menyampaikan sejumlah masukan terkait keberadaan tower BTS. Tentu aspirasi ini akan kami tampung dan pelajari lebih lanjut sesuai kewenangan yang ada," ujarnya.

Baca Juga: Keluarga Tak Terima Kematian Warga Binaan Rutan Kendari, Ini Kata Dokter dari Hasil Autopsi

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Bende, Surya, menjelaskan bahwa pihak kelurahan telah beberapa kali berupaya menelusuri dokumen pembangunan tower tersebut. Namun, prosesnya masih terkendala karena pengelolaan dilakukan oleh pihak ketiga dan sebagian dokumen masih dalam tahap pencarian.

Selain menyerap aspirasi infrastruktur dan pelayanan dasar, Harmawati juga memanfaatkan kegiatan reses untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tuberkulosis atau TB. Ia menjelaskan bahwa penyakit tersebut menular melalui udara dan bukan penyakit keturunan maupun sesuatu yang berkaitan dengan mitos yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk berdahak yang berlangsung selama dua hingga tiga minggu. Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Masyarakat perlu mengetahui gejala dan cara penanganannya. Jika terindikasi, segera lakukan pemeriksaan dan jalani pengobatan sampai selesai agar tidak menularkan kepada orang lain," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Harmawati juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis yang dinilainya memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani sayur dan peternak telur sebagai pemasok kebutuhan program.

Melalui kegiatan reses tersebut, Harmawati berharap seluruh aspirasi yang disampaikan warga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di bidang air bersih, kesehatan, dan infrastruktur lingkungan. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi  

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga