adplus-dvertising

Tukang Service Arloji Ditemukan Meninggal di Kos, Ini Dugaan Sementara

Berto Davids, telisik indonesia
Rabu, 14 Juli 2021
634 dilihat
Tukang Service Arloji Ditemukan Meninggal di Kos, Ini Dugaan Sementara
Mayat HJ saat dievakuasi oleh petugas. Foto: Ist.

" Kapolres Manggarai Timur, AKBP Nugroho Arie Siswanto melalui Kasubag Humas, Bripka Paulus Wadan mengungkapkan fakta penemuan mayat tersebut "

MANGGARAI TIMUR, TELISIK.ID - Pria berinisial HJ (63) seorang tukang service arloji yang bekerja di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT ditemukan meninggal dalam kamar kosnya di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Pria paruh baya itu teridentifikasi berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan lama berdomisili di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Sebelum pindah ke Borong, ia lama tinggal bersama isteri dan anaknya di Reok dan bekerja sebagai tukang service.


Sekitar setahun belakangan, ia pun melanjutkan pekerjaannya di Borong dan mengkontrak sebuah kamar kos.

Selama di Borong, ia menjalani pekerjaannya dengan tekun. Sehari-hari ia melayani setiap pelanggan yang datang.

Namun pada Selasa (13/7/2021), warga Kelurahan Rana Loba dibuat geger dengan penemuan sosok mayat pria dalam kamar kos. Ternyata mayat pria itu adalah HJ.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Nugroho Arie Siswanto melalui Kasubag Humas, Bripka Paulus Wadan mengungkapkan fakta penemuan mayat tersebut.

Ia mengatakan, mayat pertama kali ditemukan oleh tetangga kosnya bernama Dela Mariati Sidiq.

"Saat itu Dela hendak membersihkan kamar mandi. Tiba-tiba ia mencium aroma bau tak sedap. Ia pun langsung mendekati sumber aroma itu ternyata dari dalam kamar kos HJ," ungkap Bripka Paulus Wadan.

Dela yang turut menjadi saksi dalam peristiwa itu pun lantas mendobrak pintu dan memanggil HJ. Namun karena tidak menjawab Dela pun memanggil warga sekitar.

Warga sekitar pun segera melapor peristiwa tersebut ke pihak kepolisian resort Manggarai Timur.

"Menerima laporan tersebut pihak kepolisian berkoordinasi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Manggarai Timur untuk melakukan hal yang perlu ditangani sesuai protokol kesehatan," kata Bripka Paulus Wadan.

"Mayat tersebut segera dirapid test namun hasilnya negatif," tambah Bripka Paulus Wadan.

Hasil negatif tersebut, lanjut Bripka Wadan, belum dapat dipakai oleh pihak Satgas dalam mengevakuasi mayat. Para petugas yang ada di lokasi pun tetap memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat mengevakuasi mayat.

Saat dievakuasi, sambung Bripka Wadan, kondisi tubuh mayat itu sudah membengkak dan mulut mengeluarkan darah.

Hasil pemeriksaan kondisi tubuh juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga mengalami pecah pembuluh darah.

Setelah diotopsi dan dibungkus mayat tersebut akhirnya dipulangkan ke Reok berdasarkan kesepakatan pihak kepolisian dan keluarga.

Baca Juga: Pelaku Begal di Bawah Umur, Kasat Reskrim: Tetap Ditahan

Baca Juga: Pencuri Spesialis Bobol Mobil di Ruteng Ditangkap Polisi, Begini Aksinya

Tiba di Reok pada Pukul 03.00 Wita dini hari dan disambut isak tangis keluarga.

Setelah acara doa bersama selanjutnya mayat tersebut dimakamkan sekitar pukul 04.30 Wita.

Anti, salah satu anak HJ dalam postingan facebooknya menulis kata-kata terharu atas kepergian ayahnya itu.

"Selamat jalan pahlawan terhebatku. Bapa saya sayang dan rindu Bapa. Rindu sekali kodong. Semoga semua amal ibadahmu diterima disisi Allah dan surga tempatmu" tulis Anti melalui akun facebook Jerry Dila.

Ucapan turut berdukacita dari sahabat, keluarga, dan kenalan pun mengalir di kolom komentar facebooknya. (C)

Reporter: Berto Davids

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga