adplus-dvertising

Ulang Tahun ke 33, Begini Kiprah Arema FC

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Selasa, 11 Agustus 2020
1301 dilihat
Ulang Tahun ke 33, Begini Kiprah Arema FC
Suporter Arema FC riuh memberi dukungan kepada club andalannya. Foto: Repro google.com

" Sebagai gantinya, Arema FC meluncurkan sejumlah program khusus yang menyemarakkan ulang tahun namun tetap ramah pandemi. Rentetan perayaan hari jadi Singo Edan sudah dimulai sejak Minggu lalu. "

MALANG, TELISIK.ID - Arema FC adalah sebuah klub sepak bola profesional asal Kota Malang, Jawa Timur, yang berdiri sejak 11 Agustus 1987. Tepat hari ini, Selasa (11/8/2020) berulang tahun ke 33.

Dilansir TEMPO.CO, pada ulang tahun ke 33 ini pihak Tim Liga 1 2020, Arema FC merayakan dengan cara yang berbeda. Tak ada kerumunan maupun tradisi konvoi untuk menghormati pihak yang tengah berupaya menghentikan penyebaran COVID-19.

Sebagai gantinya, Arema FC meluncurkan sejumlah program khusus yang menyemarakkan ulang tahun namun tetap ramah pandemi. Rentetan perayaan hari jadi Singo Edan sudah dimulai sejak Minggu lalu.


Dimulai dengan Anniversary Run sepanjang 33 kilometer yang diikuti 33 pelari dari penjuru Malang Raya. Rute lari dimulai dari Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, kantor Arema FC Kandang Singa jl Mayjen Panjaitan No.42, dan berakhir di pendopo Kabupaten Malang.

Selain itu, manajemen juga meluncurkan sejumlah program penyemarak lainnya. Mulai peluncuran kostum spesial ulang tahun ke 33, peluncuran program Beli Tiket Kadit Nonton dan peluncuran 33 unit mobil spesial ulang tahun Arema.

Virtual konser bersama band pengusung tembang bertema Arema, D'KROSS, menjadi puncak kemeriahan ulang tahun Arema FC. Program ini terselenggara dari kolaborasi manajemen Arema FC, PWI, TNI, UBTV dan Universitas Brawijaya Malang.

Konser ini akan diselenggarakan hari ini mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Virtual konser ini akan diselenggarakan penggalangan dana. Seluruh hasilnya akan dipergunakan untuk bakti sosial melawan penyebaran COVID-19.

Kemeriahan kemudian ditutup dengan tradisi khataman Al Quran di Kandang Singa bersama ustaz dan hafidz dari Yayasan Sunan Kalijaga Kota Malang. Kegiatan ini sekaligus bentuk rasa syukur manajemen atas berbagai keberkahan pertambahan usia Singo Edan, julukan tim Arema FC.

Baca juga: Pirlo Latih Juventus, Ronaldo Diklaim Hengkang ke PSG

Kiprah Arema FC di dunia persepakbolaan Indonesia cukup panjang, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Arema FC dulunya dikenal sebagai Arema Malang dengan julukan Tim Singo Edan.

Nama klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana, Malang ini diambil dari nama seorang legenda di Malang bernama Patih Kebo Arema yang di masa Kerajaan Singosari diperintah seorang raja bernama Raja Kertanegara.

Arema FC lahir jauh setelah Persema Malang didirikan. Lahirnya Arema dicetuskan Acub Zaenal, mantan Gubernur Irian Jaya yang juga mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kala itu punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di Kota Malang.

Dalam seminar keolahragaan yang dibuat kala itu merekomendasikan kelayakan Kota Malang untuk memiliki sebuah klub Galatama yang profesional. Berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek, pemilih klub lokal Aremada '86 yang membuat awal nama Arema yakni Aremada, yaitu gabungan dari Armada dan Arema.

Masalah keuangan membuat Acub Zaenal kemudian mengambil alih Arema '86 dan namanya berubah menjadi Arema Malang serta ditetapkan pula sebagai klub peserta Galatama.

Arema juga disebut sebagai akronim dari Arek Malang yang merupakan komunitas asal Malang yang kemudian ditafsirkan menjadi sebuah komunitas suporter bernama Aremania.

Sepanjang sejarahnya, Arema menjadi klub yang tercatat sudah lima kali berganti nama dan logo. Dimulai dengan nama PS Arema Malang pada tahun 1987 sampai 1995, kemudian berubah menjadi PS Arema Bentoel (1995-2009), Arema Indonesia FC (2009-2013), Arema Cronus FC (2013-2016) dan terakhir Arema FC sejak 2017 sampai sekarang.

Di awal keikutsertaan di Kompetisi Galatama, Arema menjadi klub yang merana dan terus menerus terbelit masalah masalah. Terutama soal dana.

Dari sisi prestasi, pasang surut sudah dialami Arema sejak di Galatama meskipun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, Arema tak pernah konstan di jajaran papan atas kala itu.

Baca juga: Juventus Resmi Pilih Andrea Pirlo sebagai Pelatih Anyar

Sampai pada tahun 1992 ketika diperkuat Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dkk dengan pelatih M. Basri, Arema berhasil menjuarai kompetisi Galatama. Itu jadi kali pertama Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat Kota Malang menjadi juara kompetisi elite di Indonesia.

Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema tercatat sudah tujuh kali masuk putaran kedua. Sekali ke babak 12 besar (1996/1997) dan enam kali masuk 8 besar (1999/2000, 2001, 2002, 2005, 2006 dan 2007). Walaupun prestasinya lumayan, Arema tidak pernah lepas dari masalah dana.

Hampir setiap musim kompetisi masalah ini selalu menghantui sehingga tak heran hampir setiap musim, manajemen klub selalu berganti. Pada 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim yang membuat Singo Edan masuk ke jurang degradasi Divisi I.

Hal tersebut kemudian membuat pengelolaan Arema diserahkan ke PT Bentoel Internasional Tbk. Sejak saat itu, prestasi Arema berhasil membaik dengan menjuarai Divisi 1 2004, juara Copa Indonesia 2005 dan 2006, Arema U-18 juara Piala Soeratin 2007.

Masuk ke fase musim pertama Kompetisi Liga Super Indonesia di 2008-2009, Arema mampu masuk 10 besar tim papan atas Indonesia. Namun pada Agustus 2009, PT Bentoel melepas Arema ke kumpulan orang-orang dalam sebuah konsorsium yang hasilnya membawa Singo Edan meraih gelar juara Liga Super Indonesia dan runner up Piala Indonesia.

Arema pun sempat dibelit masalah dualisme kepemilikan ketika sepak bola Indonesia dijadikan pertarungan segelintir kelompok pada awal dekade kedua 2000-an.

Tahun 2020, Arema memasuki usia ke 33. Jelang dimulainya kompetisi Liga 1 di tengah masa pandemi COVID-19, Arema justru ditinggal tiga personel, kepala pelatih Roberto Carlos Mario Gomez, pelatih fisik Marcos Gonzales serta pemain asing Jonathan Bauman.

Meski begitu, General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengaku tidak masalah. Ia akan segera mencari pengganti yang tepat untuk menangani Singo Edan dalam mencari kejayaannya kembali.

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin

Baca Juga