adplus-dvertising

Usai Didemo, Dinas PUPR Bombana Langsung Ukur Jalan Rusak

Hir Abrianto, telisik indonesia
Selasa, 28 Juli 2020
1335 dilihat
Usai Didemo, Dinas PUPR Bombana Langsung Ukur Jalan Rusak
Tim dari Dinas PUPR saat lakukan pengukuran jalan. Foto: Hir/Telisik

" Sejak tahun 1996 Lantowonua mekar menjadi desa, jauh sebelum lahirnya Kabupaten Bombana. Tapi kondisinya masih sangat tertinggal. "

BOMBANA, TELISIK. ID - Usai didatangi puluhan massa aksi yang menuntut perbaikan jalan, Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bombana langsung bergerak cepat melakukan pengukuran jalan di ibukota kabupaten yang rusak parah.

Sebelumnya, Senin (27/7/2020) kemarin, puluhan massa aksi berunjukrasa di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Bombana dengan tuntutan menagih janji perbaikan jalan yang menghubungkan Desa Lantowonua, satu-satunya desa di Ibukota Kabupaten Bombana, Kecamatan Rumbia, yang mekar menjadi desa sejak tahun 1996 lalu.

"Sejak tahun 1996 Lantowonua mekar menjadi desa, jauh sebelum lahirnya Kabupaten Bombana. Tapi kondisinya masih sangat tertinggal," ungkap Ais, Ketua BPD Desa Lantowonua dalam orasinya.


Saat menemui pengunjukrasa, Sekretaris Daerah Bombana, Man Arfa, langsung memerintahkan dinas terkait, Dinas PUPR, untuk melakukan pengukuran luas dan panjang jalan yang kondisinya belum layak.

Baca juga: DPRD Desak Pemda Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak di Bombana

"Bersama masyarakat, Kepala Dinas langsung turun ukur jalan. Jangan nanti-nanti, supaya langsung kita bahas," perintah Man Arfa kepada Kepala Dinas PUPR yang didampingi sekretarisnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Telisik.id, jalan raya yang kondisinya masih rusak, memiliki panjang 1,6 kilometer. Menurut Rahmat, Sekretaris Dinas PUPR, dengan volume jalan tersebut dapat dituntaskan dengan taksiran anggaran sebesar 4 hingga 5 miliar rupiah.

Didampingi pihak kepolisian, tim yang dikomandoi oleh Sekdis dan Kepala Bidang Bina Marga, langsung melakukan pengukuran jalan ditemani pemerintah desa serta masyarakat setempat.

"Disana masih ada pohon atau tanaman warga yang dilintasi, jadi kami tinggal menunggu hasil koordinasi dengan pemilik lahan untuk dibebaskan supaya kita bisa aktion," beber Rahmat kepada Telisik.id, Selasa (28/7/2020).

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga