adplus-dvertising

Viral: Dua Siswa SD Bawa Parang ke Sekolah, Susuri Hutan 7 Km demi Cita-Cita Jadi Guru dan Polisi

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Senin, 27 Juni 2022
348 dilihat
Viral: Dua Siswa SD Bawa Parang ke Sekolah, Susuri Hutan 7 Km demi Cita-Cita Jadi Guru dan Polisi
Dua siswa sekolah dasar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, harus rela setiap hari berjalan kaki sejauh 7 km untuk berangkat ke sekolah. Foto: Repro iNews

" Keduanya harus menyusuri hutan belantara dan enam anak sungai untuk sampai ke sekolah mereka di SD Inpres 5/81 Tapong, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone "

BONE, TELISIK.ID - Siswa sekolah dasar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berjalan kaki ke sekolah dengan menempuh jarak sejauh tujuh kilometer.

Akibatnya, mereka terpaksa harus berangkat lebih awal dan membawa parang, lantaran harus melewati hutan belantara. Aksi kedua siswa tersebut menjadi viral di media sosial.

Melansir Okezone.com, mereka adalah Yudding dan Nursabbi, warga Dusun Lerang, Desa Tapong, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.


Keduanya harus menyusuri hutan belantara dan enam anak sungai untuk sampai ke sekolah mereka di SD Inpres 5/81 Tapong, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone.

Anak dari pasangan Kure dan Yupe ini, rela berjalan kaki dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mengejar cita-citanya. Yudding yang bercita-cita menjadi polisi dan adiknya nursabbi bercita-cita menjadi guru.

Baca Juga: Lagi, Mantan Pj Kades di Buton Utara Diduga Rugikan Keuangan Negara

Sebelumnya mereka sering berangkat ke sekolah berempat bersama dua orang kakaknya. Namun karena kedua kakaknya ini sudah tamat sehingga kini mereka hanya berdua.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Andi Fajaruddin membenarkan jika ada siswa yang terpaksa harus berjalan kaki sejauh 7 km dengan melewati hutan untuk sampai di sekolahnya.

Andi Fajaruddin mengapresiasi siswa-siswa yang begitu semangat dan gigih dalam menuntut ilmu. Dia pun tidak dapat berbuat banyak karena infrastruktur yang menjadi kendala utama.

Baca Juga: Dua Kepala Daerah Komitmen Berantas Narkoba

Di mana kondisi daerah tersebut medannya cukup berat, karena dikelilingi bukit dan pegunungan, sehingga akses tranportasi belum tersedia. Namun dia berjanji untuk mencari soulsi terbaik buat siswa-siswa tersebut.

"Kami akan melakukan survei, dan dari hasil survei ini nantinya kalau memungkinkan kami akan memberikan kelas jauh," pungkasnya dilansir dari Sindonews.com. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga