Viral Politisi Wanita Amerika Bakar Al-Quran, Rasis ke Umat Muslim dan Pukul Rata Semua Teroris
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 29 Agustus 2025
0 dilihat
Detik-detik politisi Amerika Valentina Gomez bakar Al-Quran, hina Muslim, sebut teroris. Foto: Repro Arabnews.
" Politisi Amerika Serikat Valentina Gomez memicu kegemparan publik setelah melakukan aksi kontroversial "

NEW YORK, TELISIK.ID - Politisi Amerika Serikat Valentina Gomez memicu kegemparan publik setelah melakukan aksi kontroversial. Dalam sebuah video kampanye, ia terlihat membakar Al-Quran dengan penyembur api sambil menyampaikan pernyataan yang merendahkan Islam dan menuding seluruh Muslim sebagai teroris.
Valentina Gomez merupakan kandidat kongres dari Partai Republik untuk Distrik 31 Texas pada tahun 2026.
“Putri-putrimu akan diperkosa, dan putra-putramu akan dipenggal, kecuali kita menghentikan Islam untuk selamanya," ucapnya, dikutip dari Arab News dan Hindustan Times, Jumat (29/8/2025).
Ucapan ini langsung memicu kecaman luas, terutama dari komunitas Muslim di Amerika dan dunia internasional.
Dalam video kampanye yang viral tersebut, Gomez juga menyatakan bahwa “Amerika adalah negara Kristen, jadi para teroris Muslim itu boleh pergi ke mana pun dari 57 negara Muslim.
Hanya ada satu Tuhan yang benar, yaitu Tuhan Israel,” serunya dengan latar musik rapper Kanye West.
Rekam jejak Gomez memang tidak jauh dari retorika provokatif. Ia dikenal sering mengeluarkan pernyataan keras terhadap Muslim, imigran, dan warga kulit hitam.
Menurut laporan sejumlah media, gaya politiknya berusaha menarik perhatian publik dengan memanfaatkan isu ras dan agama. Namun, strategi tersebut sejauh ini belum berhasil mengantarkannya ke kursi parlemen.
Baca Juga: Tiktokers Hina Islam Lewat Live dan Sebut Allah Rasis
Sebelumnya, Gomez pernah mengunggah video yang memperlihatkan simulasi eksekusi boneka imigran. Ia menyerukan “eksekusi publik” bagi imigran tak berdokumen yang dituduh melakukan tindak kriminal.
Video tersebut akhirnya dihapus oleh platform X karena dianggap mengandung ujaran kebencian.
Reaksi keras muncul dari publik setelah aksinya membakar Al-Quran tersebar luas. Seorang pengguna X menulis, “Yesus disebut positif 25 kali dan Maria 36 kali dalam Al-Qur’an. Bandingkan dengan Talmud. @ValentinaForUSA kenapa kamu menghina Yesus dan Maria demi Zionis dengan membakar Al-Qur’an?”
Pengguna lain juga menegaskan hal serupa, “Dalam Al-Qur’an, Yesus disebut 25 kali; ibunya, Maria, bahkan lebih sering daripada di Perjanjian Baru, sebanyak 34 kali.
Ada satu surah khusus bernama Maryam yang menceritakan kelahiran ajaib Yesus. Dia membakar kitab itu, betapa bodohnya.”
Kecaman juga datang dari kalangan politik. Richard Grenell, utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk misi khusus, menyindir Gomez karena tidak memahami konstitusi negaranya sendiri.
“Berhentilah merongrong Amandemen Pertama yang dibuat para pendiri bangsa. Konstitusi AS menjamin kebebasan beragama. Kamu jelas tidak memahami kebebasan kami,” tulisnya di X.
Dari sisi internasional, pejabat senior Qatar, Shaikha Ali Al-Marri, menilai bahwa Gomez hanya memanfaatkan agama demi kepentingan politik.
Ia mengatakan, “Jika Gomez benar peduli pada umat Kristen, seharusnya ia berdiri bersama mereka, bukan dengan rezim kolonial Zionis yang bahkan ditentang banyak orang Yahudi karena teror dan penindasan.”
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, bahkan ikut angkat bicara mengingat Gomez lahir di negara tersebut. Ia menilai bahwa sikap Gomez menunjukkan fasisme.
“Ia bukan hanya fasis Amerika, tapi juga orang Kolombia. Dan sebagai migran, ia justru ingin menyebarkan kebencian terhadap sesama migran. Faktanya, sebagian besar orang Amerika tewas justru oleh sesama orang Amerika,” ujar Petro.
Baca Juga: Telinga Ditembak saat Kampanye, Ini Sederet Kontroversi Donald Trump dari Rasis hingga Terjerat Skandal Bintang Porno
Selain kecaman politik, warganet juga menilai Gomez telah menjadikan agama sebagai alat politik. Salah satu pengguna X menulis, “Keluar dari negara bagian saya! Tak ada tempat untuk intoleransi dan orang-orang penuh kebencian yang bahkan tidak percaya pada hak dasar seperti AMANDEMEN PERTAMA yang menjamin kebebasan beragama. Belajarlah dasar-dasarnya sebelum maju sebagai kandidat.”
Gelombang protes di dunia maya menegaskan bahwa aksi Valentina Gomez tidak hanya menimbulkan kontroversi politik, tetapi juga melukai perasaan umat beragama.
Banyak yang menilai tindakannya semakin memperkuat stereotip Islamofobia dan mendorong sentimen rasis yang berbahaya di Amerika Serikat.
Dengan berbagai kecaman yang mengalir dari dalam negeri maupun luar negeri, masa depan politik Gomez semakin dipertanyakan. Meski ia mengklaim digerakkan oleh keyakinan religius, publik menilai tindakannya justru bertolak belakang dengan ajaran agama yang ia bawa. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS