adplus-dvertising

Waduh, Ada Tentara Wanita yang Diperkosa di Istana Prancis?

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Minggu, 14 November 2021
1066 dilihat
Waduh, Ada Tentara Wanita yang Diperkosa di Istana Prancis?
Istana Kepresidenan Prancis. Foto: Repro AP

" Jaksa Prancis telah membuka penyelidikan atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang tentara wanita oleh sesama prajurit di istana kepresidenan di Paris, pada Juli lalu "

PARIS, TELISIK.ID - Jaksa Prancis telah membuka penyelidikan atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang tentara wanita oleh sesama prajurit di istana kepresidenan di Paris, pada Juli lalu.

Dilansir AFP, Minggu (14/11/2021), bahwa dugaan penyerangan itu terjadi setelah resepsi kepergian seorang jenderal dan dua lainnya yang dihadiri oleh Presiden Emmanuel Macron. Tuduhan atas insiden ini pertama kali dilaporkan oleh harian Prancis Liberation.

Menurut Liberation, kedua tentara itu adalah rekan kerja yang ditempatkan di kantor keamanan tinggi di Istana lysée yang menangani masalah sensitif pemerintah. Kebanyakan dari mereka juga bersifat rahasia atau sangat rahasia.


Dikatakan bahwa wanita muda itu mengajukan pengaduan pemerkosaan di kantor polisi terdekat, dan bahwa tersangka penuduh telah diberhentikan dari tugas di lysee.

Sementara menurut sumber peradilan, tentara yang dituduh ditunjuk sebagai asisten saksi setelah diinterogasi oleh jaksa pada 12 Juli. Status juga menunjukkan dirinya masih menjalani interogasi lebih lanjut meski belum didakwa secara resmi.

Baca Juga: 3,2 Juta Anak di Afghanistan Menderita hingga Terancam Meninggal

Baca Juga: Warga Asing Berlomba-lomba Tinggalkan China, Ada Apa?

Sebelum insiden pemerkosaan, Kantor Macron sempat menjadi pemberitaan setelah terungkap bahwa salah satu pengawal presiden menyerang para demonstran saat menyamar sebagai petugas polisi selama protes May Day pada 2018.

Dilansir Cnbcindonesia, pekan lalu pengawalnya, Alexandre Benalla, dijatuhi hukuman tiga tahun atas insiden tersebut. Namun di bawah aturan hukuman Prancis, dia akan menghindari sel dan hanya harus memakai gelang elektronik selama satu tahun.

"Sejak kasus Benalla, Patrick Strzoda, kepala staf Emmanuel Macron, ingin menanggapi dengan tegas dan cepat segera setelah ada perilaku yang tidak pantas oleh siapa pun yang bekerja di Elysee," kata sumber kepresidenan.

Saat berita ini diturunkan, kementerian pertahanan Prancis menolak berkomentar mengenai insiden pemerkosaan tersebut. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga