Warga Kendari Keluhkan Jalan Rusak di Kos Goro Baruga
Mirdad, telisik indonesia
Senin, 23 Desember 2024
0 dilihat
Kondisi Jalan Kos Goro rusak dan bergelombang bercampur sampah dan limbah got. Foto: Mirdad/Telisik
" Jalan rusak dan bergelombang di Jalan Kos Goro, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi keluhan utama warga "


KENDARI, TELISIK.ID – Jalan rusak dan bergelombang di Jalan Kos Goro, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi keluhan utama warga.
Jalur ini merupakan akses vital menuju Pasar Sentral Baruga, salah satu pusat perekonomian masyarakat setempat. Namun, kondisi jalan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
Jalan tersebut menjadi tidak layak digunakan, terutama saat musim hujan. Genangan air bercampur limbah got dan sampah sering menghambat aktivitas warga.
Pedagang ikan setempat, Ilham mengaku kesulitan melewati jalan ini ketika banjir.
Baca Juga: Beragam Ornamen Natal di Mall The Park Kendari Tawarkan Harga Terjangkau
“Kalau banjir, saya tidak bisa lewat sini karena airnya tinggi. Padahal, banyak langganan saya di sini setiap hari,” keluhnya, Sabtu (21/12/2024).
Jalan yang terletak di Kelurahan Baruga ini bahkan sering kali menyerupai kolam renang ketika hujan deras.
“Kalau hujan, di sini bisa berenang. Sampah-sampah juga sampai di depan rumah. Lihat saja bekas-bekas sampah ini, masih ada di depan rumah saya,” ujar Nisa, salah satu warga sekitar.
Warga yang tinggal di sekitar Lorong Kos Goro dan para pengguna jalan, terutama pedagang, menjadi pihak yang paling terdampak.
Nisa mengungkapkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari tetapi juga mencemari lingkungan sekitar.
Kerusakan jalan ini disebabkan oleh kurangnya perawatan dan perhatian dari pemerintah sejak jalan tersebut diaspal lebih dari satu dekade lalu. Warga seperti Arman mengungkapkan bahwa mereka bahkan terpaksa menimbun jalan menggunakan dana swadaya masyarakat.
“Sejak saya menikah di sini pada 2008, jalan ini sempat diaspal. Tapi setelah itu, tidak ada perbaikan lagi sampai sekarang,” ungkapnya.
Baca Juga: Buton dan Buton Selatan Tertinggi Stunting, Sulawesi Tenggara Lewati Standar Ideal WHO
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Mereka menginginkan pengaspalan yang dapat bertahan lama.
“Katanya akan ada pengaspalan pada 2025, sudah dianggarkan. Tapi saya kurang tahu apakah itu benar atau tidak,” tambah Arman.
Masyarakat menginginkan perbaikan jalan dilakukan segera, mengingat jalur ini merupakan akses utama menuju Pasar Sentral Baruga. Para warga berharap pemerintah memberikan perhatian serius dan memastikan kualitas pengaspalan agar tidak cepat rusak.
“Kami berharap agar jalan ini segera diaspal, dan aspalnya bisa bertahan setidaknya 10 tahun,” tutup Arman. (A)
Penulis: Mirdad
Editor: Fitrah Nugraha
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS