adplus-dvertising

Waspada, Ini Titik Lengah Seseorang Bisa Tertular COVID-19

Nina Nurrahmah, telisik indonesia
Rabu, 07 Juli 2021
665 dilihat
Waspada, Ini Titik Lengah Seseorang Bisa Tertular COVID-19
Tenaga medis taat Prokes. Foto: Ist.

" Ada beberapa tempat yang menjadi titik lengah yang tidak disadari oleh masyarakat akan ketularan COVID-19. "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Rasanya udah taat prokes, kok masih bisa kena ya? Perasaan udah jarang kemana-mana dan nggak ngapa-ngapain, tapi kok masih bisa tertular ya? Ada beberapa tempat yang menjadi titik lengah yang tidak disadari oleh masyarakat akan ketularan COVID-19.

Dokter umum UPTD Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, dr. Danthy Citra (36) Selasa (6/7/2021) mengatakan, ada 4 titik lengah seseorang bisa ketularan COVID-19.

Pertama, seringnya orang makan bersama dengan orang yang nggak serumah. Jadi saat makan, masker dilepas sehingga kemungkinan penyebaran virus lebih cepat.


Baca juga: Rawan Terpapar COVID-19, Ini 4 Makanan Sehat untuk Usir Stres dan Depresi

Baca juga: 7 Manfaat Telur Bagi Kesehatan Keluarga Anda

Kedua, COVID-19 bisa tertular dari seringnya pegawai di rumah pulang pergi dan tidak taat prokes. Ketiga, adanya hobi foto bersama pada setiap acara. Saling berdekatan satu sama lain dan membuat virus leluasa menyebar.

"Keempat, COVID-19 sangat bisa tertular dari tempat-tempat umum. Misalkan ketika mengambil wudu bersama-sama juga harus hati-hati karena sedang melepas masker. Ini yang harus diperhatikan,” jelasnya.

“COVID-19 juga bisa tertular dari komunitas, kelompok, atau teman kerja. Merasa aman ketika duduk bersama teman sendiri, padahal belum tentu,” tambahpp salah satu perawat di Karantina Kesehatan Ternate, Trisno.

“Mau di rumah ataupun di tempat umum, kita memiliki kemungkinan untuk tertular COVID-19. Jadi tetap waspada aja. Jaga diri dengan tetap melakukan social distancing, sering cuci tangan, tetap gunakan masker. Dan salah satu alasan kenapa tempat umum ditutup, karena risiko penularan COVID-19 di tempat umum itu sangat tinggi. Itulah kenapa kita diminta untuk stay at home,” jelas Nur Anugerah Ali, perawat asal Indonesia yang sekarang sedang bekerja di Saudi National Hospital (Abeer). (A)

Reporter: Nina Nurrahmah

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga