2 PSK Cantik Ngaku Tak Sadar Digerebek Polisi saat Main dengan Pelanggan di Hotel, Pasang Tarif MiChat hingga Rp 400 Ribu

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 22 Maret 2026  /  6:48 pm

Ilustrasi dua PSK, LL dan DZ tak menyadari penggerebekan polisi saat melayani pelanggan di kamar hotel. Foto: Repro Pinterest

DENPASAR, TELISIK.ID - Penggerebekan berlangsung cepat di sebuah kamar hotel, dua perempuan disebut tak menyadari kedatangan petugas.

Peristiwa penggerebekan yang melibatkan dua pekerja seks komersial berinisial LL (32) dan DZ (25) terjadi di sebuah hotel kawasan Jalan Pidada, Denpasar, Bali.

Keduanya diamankan aparat kepolisian saat berada di dalam kamar bersama pelanggan, sesaat setelah aktivitas mereka selesai dilakukan.

Selain mengamankan LL dan DZ, petugas dari Polresta Denpasar juga menangkap seorang pria berinisial DB (22) yang diduga berperan sebagai mucikari.

Baca Juga: Jalan Hidayah PSK Tinggalkan Dunia Prostitusi usai Dapat Tamu Sosok Ulama Ini

Ia disebut bertugas mencarikan pelanggan bagi kedua perempuan tersebut melalui aplikasi MiChat yang kerap digunakan sebagai sarana transaksi pada 2022 silam.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, menyampaikan bahwa proses penyidikan masih berlangsung. “Penyidik masih mengembangkan kasus ini,” kata Ketut Sukadi, sebagaimana dikutip dari iNews, Minggu (22/3/2026).

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan bahwa LL dan DZ mematok tarif layanan berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu untuk sekali pertemuan singkat.

Dari jumlah tersebut, sebagian hasil harus disetorkan kepada DB sebagai perantara, dengan nominal sekitar Rp50 ribu per pelanggan.

Selain itu, biaya lain juga dipotong untuk kebutuhan operasional, termasuk pembayaran kamar hotel yang mencapai Rp150 ribu. Skema pembagian ini menjadi bagian dari temuan awal yang kini tengah didalami oleh penyidik.

Baca Juga: Kendari Undercover: Wanita Cantik Ini Ngaku Terpaksa Masuk Aplikasi Rahasia PSK Usai Kontrak Kerja Suami Putus

Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, di antaranya kondom bekas pakai, sprei kamar, telepon genggam, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi. Barang-barang tersebut akan digunakan sebagai bagian dari proses pembuktian dalam penyelidikan lebih lanjut.

Keterangan awal juga mengungkap bahwa DB berperan aktif dalam menghubungkan pelanggan dengan kedua perempuan tersebut melalui aplikasi MiChat.

“Tersangka DB yang mencarikan tamu lewat aplikasi MiChat,” pungkasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami jaringan yang mungkin terlibat dalam praktik tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang memiliki peran serupa dalam operasional yang dijalankan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS