SMKN 7 Kendari Matangkan Kompetensi Guru Lewat Workshop Mindful Teaching dan Pembelajaran Berbasis AI
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 11 Juni 2026
0 dilihat
Kepala SMKN 7 Kendari, La Resi saat memberi sambutan di acara workshop. Foto: Ist.
" Tantangan pendidikan yang terus berubah, SMKN 7 Kendari memperkuat kapasitas guru melalui workshop empat hari yang menggabungkan teknologi, pengelolaan stres, literasi, dan budaya belajar positif "
KENDARI, TELISIK.ID - Tantangan pendidikan yang terus berubah, SMKN 7 Kendari memperkuat kapasitas guru melalui workshop empat hari yang menggabungkan teknologi, pengelolaan stres, literasi, dan budaya belajar positif.
Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat SMK Negeri 7 Kendari sebagai Sekolah Pusat Keunggulan (PK). Upaya tersebut diwujudkan melalui workshop peningkatan kapasitas guru yang berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang. Beragam materi strategis dihadirkan dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, hingga pemangku kebijakan.
Kepala SMKN 7 Kendari, La Resi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata sekolah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Menurutnya, guru dituntut untuk selalu siap beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di dunia pembelajaran.
“Workshop ini merupakan langkah nyata sekolah dalam memperkuat kapasitas para pendidik. Guru dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang dinamis,” ujar La Resi, dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Rangkaian kegiatan dibuka pada Senin, 8 Juni 2026, dengan tema Koding Berbasis AI. Materi ini membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan dan disampaikan oleh Dr. Ir. Muhammad Nadzirin Anshari Nur, S.Kom., M.T.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara saat membawakan materi well being. Foto: Ist.
Pada sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif. Guru juga mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi yang kini semakin dekat dengan kebutuhan pendidikan.
Memasuki hari kedua, Selasa, 9 Juni 2026, workshop mengangkat tema Mindful Teaching: Mengelola Stres, Mengoptimalkan Kualitas. Tema ini menjadi salah satu fokus utama kegiatan karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Kegiatan hari kedua dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum., yang turut menjadi narasumber. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi mengenai pembangunan ekosistem sekolah yang menyenangkan atau well-being.
“Beliau mengajak para guru untuk memahami pentingnya pengelolaan stres secara sehat serta membangun kesadaran diri (mindfulness) guna menjaga keseimbangan emosional dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik,” demikian disampaikan dalam materi workshop tersebut.
Selain Prof. Aris Badara, tema Mindful Teaching juga dibahas oleh Kepala BGP/BGTK yang memberikan materi tentang Manajemen Stres dan Burnout Guru dan Tendik. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Asesmen Formatif yang Efektif bersama Pengawas Pembina.
Foto bersama guru dan pemateri usai kegiatan workshop. Foto: Ist.
Melalui rangkaian materi itu, para peserta memperoleh berbagai strategi dalam mengelola tekanan kerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran di sekolah. Fokus kegiatan tidak hanya pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga kesehatan mental dan keseimbangan kerja para pendidik.
Sementara itu, pada hari ketiga dan keempat, workshop mengusung tema Kelas Inspiratif: Literasi Kuat, Interaksi Hebat, Budaya Bermartabat. Materi diawali dengan pembahasan Etika Profesi dan Integritas yang disampaikan Kabid GTK sebagai bagian dari penguatan karakter pendidik.
Setelah sesi tersebut, pelatihan berlanjut bersama narasumber Riz Aprisal yang membawakan sejumlah materi teknis pembelajaran hingga penutupan kegiatan pada Kamis, 11 Juni 2026. Materi yang diberikan mencakup pengembangan kemampuan literasi dan numerasi, interaksi kelas interaktif, budaya positif, serta refleksi pembelajaran.
Di hadapan para guru, Riz Aprisal memberikan pendalaman mengenai berbagai strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik di dalam kelas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih efektif dan kondusif.
Dengan berakhirnya workshop multi-tema tersebut, SMKN 7 Kendari menargetkan terwujudnya ekosistem pendidikan yang lebih sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Berbekal penguatan kompetensi, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kesadaran diri, para guru diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi peserta didik. (Adv)