adplus-dvertising

Alami Krisis Ekonomi, Presiden Sri Lanka Mengundurkan Diri

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Minggu, 10 Juli 2022
489 dilihat
Alami Krisis Ekonomi, Presiden Sri Lanka Mengundurkan Diri
Protes Sri Lanka menuntut presiden Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri saat pidatonya diproyeksikan di layar raksasa. Foto: Repro AP PHOTO

" Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mengatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya dalam beberapa hari mendatang "

JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mengatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya dalam beberapa hari mendatang.

Dikutip dari sindonews.com, Gotabaya Rajapaksa telah mengumumkan dia akan mundur dari setelah pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya dan membakar rumah perdana menteri (PM). Pada saat itu, baik PM maupun presiden tidak berada di gedung.

Ratusan ribu orang turun ke Ibu Kota Kolombo, menyerukan Rajapaksa untuk mengundurkan diri setelah berbulan-bulan protes atas salah urus ekonomi.


Rajapaksa akan mengundurkan diri pada 13 Juli. PM Wickremesinghe telah setuju untuk mengundurkan diri.

Ketua parlemen mengatakan, presiden memutuskan untuk mundur untuk memastikan penyerahan kekuasaan secara damai dan meminta masyarakat untuk menghormati hukum. Pengumuman itu pun memicu letusan kembang api perayaan di kota

Melansir CNBC Indonesia, Gotabaya Rajapaksa (73) merupakan presiden sejak 2019. Ia salah satu anggota klan yang telah mendominasi politik di negara Asia Selatan berpenduduk 22 juta orang selama beberapa dekade.

Baca Juga: Niat Jadi TKW, Wanita Cantik Indonesia Ini Kaya Mendadak Usai Dinikahi Jenderal Arab Saudi

Saudaranya, Mahinda (76) adalah presiden selama satu dekade hingga tahun 2015 dan mengawasi akhir berdarah perang saudara yang telah berlangsung lama di Sri Lanka pada tahun 2009 ketika Gotabaya menjalankan dinas keamanan.

Di bawah Mahinda, Sri Lanka pindah lebih dekat ke China dan meminjam miliaran dolar dalam proyek Belt and Road Initiative (BRI) untuk proyek-proyek besar seperti stadion kriket dan bandara serta pelabuhan laut.

Kini, menurut ketua parlemen, Gotabaya akan secara resmi mengundurkan diri pada Rabu untuk memastikan "transisi damai".

Seorang pengganti harus dipilih melalui pemungutan suara di parlemen dalam waktu satu bulan setelah Rajapaksa pergi, tetapi pembicara menjanjikan seorang pemimpin baru dalam waktu seminggu.

Baca Juga: Sri Lanka Memanas, Ribuan Demonstran Duduki Kediaman Presiden

Namun, pada Minggu tidak jelas siapa yang bisa mengumpulkan cukup dukungan di antara anggota parlemen untuk menggantikan Rajapaksa.

"Kami menuju ketidakpastian yang berbahaya," kata anggota parlemen minoritas Tamil Dharmalingam Sithadthan kepada AFP.

"Harusnya Gota segera mengundurkan diri tanpa meninggalkan kekosongan kekuasaan," lanjutnya

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Musdar

Baca Juga