KENDARI, TELISIK.ID – Angka stunting pada anak di Indonesia sudah dalam level mengkhawatirkan. Pasalnya, Indonesia menjadi negara dengan tingkat stunting tertinggi ke-5 di dunia dan ke-2 di Asia Tenggara.
Oleh karena itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), khususnya wilayah Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Tenggara dengan melakukan sosialisasi kepada remaja sebagai generasi masa depan.
Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Drs Asmar melaporkan tingginya tingkat stunting di Sulawesi Tenggara, yaitu mencapai 30 persen. Angka ini disumbang oleh kabupaten Buton Tengah dan Buton Selatan sebagai kabupaten dengan angka stunting tertinggi di Sulawesi Tenggara.
BKKBN Sulawesi Tenggara berkoordinasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) provinsi, Tim Sekretariat, Tim Satgas Provinsi, Tim Sekretariat Pelaksana, Dinkes, Bappeda, Pemdes, OPD, PKK dan Technical Assistant dalam mencegah dan mempercepat penurunan stunting di Sulawesi Tenggara.
Di tempat yang sama, Kepala BKKBN pusat, dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menjelaskan ciri anak yang stunting atau kurang gizi antara lain adalah tubuh anak yang pendek, tingkat kecerdasan yang kurang, dan tubuh yang mudah terserang penyakit.
