KENDARI, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Perum Bulog Sultra bersinergi dalam upaya percepatan penurunan angka gizi buruk dan stunting di Sultra.
Bentuk komitmen tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bangga Kencana bertema “Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Optimalisasi Sumber Daya dan Konvergensi Lintas Sektor di Provinsi Sultra."
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula secara simbolis 2000 paket pembelian beras fortifit dari Perum Bulog kepada BKKBN, yang bersumber dari dana mitra kerja. Selanjutnya beras tersebut akan diserahkan ke Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Desa Lokasi Fokus (Lokus) stunting di wilayah Sultra.
Kepala BKKBN Sultra, Drs.Asmar memebenarkan hal tersebut. Dikatakan, beras yang diterima itu pengadaannya berasal dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR), yang akan diberikan ke dapur sehat yang ada di Kampung KB dan khusus diberikan kepada masyarakat yang rentan terkena stunting.
"Iya dananya dari CSR mitra kerja kita di BKKBN kemudian dibelikan beras fortifit di Perum Bulog lalu diserahkan ke keluarga yang berisiko stunting," kata Asmar kepada Telisik.Id, Rabu (20/4/2022).
