adplus-dvertising

Buntut dari Kasus Tes Doping, Sprinter Belarusia Ditangani Kepolisian Jepang

Marwan Azis, telisik indonesia
Senin, 02 Agustus 2021
548 dilihat
Buntut dari Kasus Tes Doping, Sprinter Belarusia Ditangani Kepolisian Jepang
Sprinter Belarusia Krystsina Tsimanouskaya. Foto: Repro EPA

" Dilaporkan Reuters, Adams mengatakan, IOC akan melanjutkan pembicaraan dengan Tsimanouskaya, yang masih berada di Tokyo, pada Senin pagi "

TOKYO, TELISIK.ID - Sprinter Belarusia, Krystsina Tsimanouskaya, menuduh timnya mencoba memulangkannya dari Olimpiade di Tokyo, Jepang. Tsimanouskaya terlibat perselisihan dengan timnya di bandara utama Tokyo.

Ia menolak naik pesawat setelah ia mengaku dibawa ke bandara Tokyo di luar kehendaknya telah aman dan berada di tangan pihak berwenang, kata Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Krystsina Tsimanouskaya (24) menghabiskan malam di hotel bandara, kata juru bicara IOC Mark Adams pada konferensi pers, setelah dia mencari perlindungan dari polisi Jepang di bandara Haneda pada Minggu malam.


Dilaporkan Reuters, Adams mengatakan, IOC akan melanjutkan pembicaraan dengan Tsimanouskaya, yang masih berada di Tokyo, pada Senin pagi.

Diberitakan sebelumnya, Tsimanouskaya menjelaskan staf pelatih datang ke kamarnya pada Minggu dan menyuruhnya untuk berkemas.

Dia selanjutnya dibawa ke bandara sebelum dia berlaga di nomor 200 meter dan estafet 4x400 meter pada Kamis.

Dia mengatakan telah dikeluarkan dari tim karena "fakta bahwa saya berbicara di Instagram saya tentang kelalaian pelatih kami".

Baca Juga: Takluk dari Juara Bertahan, Harapan Anthony Ginting Hanya Mendali Perunggu

Baca Juga: Raih Prestasi di PON, Pembalap Sultra Bakal Dihadiahi Rp 50 Juta

Seperti dilansir dari Antara, Tsimanouskaya sebelumnya mengeluh karena dia masuk nomor estafet 4x400 m setelah beberapa anggota tim tidak memenuhi syarat untuk bersaing di Olimpiade karena mereka tidak menjalani tes doping.

"Dan pelatih memasukkan saya ke estafet tanpa sepengetahuan saya. Saya berbicara tentang ini di depan umum. Pelatih kepala datang kepada saya dan mengatakan ada perintah dari atas untuk mengeluarkan saya," kata Tsimanouskaya.

Tsimanouskaya menambahkan, dirinya berdiri di samping polisi Jepang di bandara dan dia telah menghubungi seorang anggota diaspora Belarusia di Jepang untuk menjemputnya di bandara

Dikutip dari Republika, sebuah kelompok aktivis yang mendukung Krystsina mengatakan, atlet berusia 24 tahun itu akan berada dalam bahaya jika kembali ke Belarusia. Karena itu, Tsimanouskaya akan mencari suaka dengan Kedutaan Besar Austria di Tokyo. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga