KENDARI, TELISIK.ID - Bolong (46) sudah terbiasa menahan lapar saat mengayuh becaknya untuk mencari penumpang. Itu dilakukannya bukan tanpa alasan. Dia sadar betul, penghasilannya sebagai tukang becak tak cukup untuk menafkahi istri dan tiga anaknya.

Bolong menjadi tukang becak sejak tahun 1990, atau sekitar 30 tahun. Selama ini, dia beserta keluarganya tinggal di Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

Setiap hari, Bolong keluar dari rumahnya sekira pukul 05.00 Wita dengan menyewa perahu untuk menyeberangi Teluk Kendari menuju kota lama. Sehari-hari Bolong mencari penumpang di kota lama bahkan hingga Kemaraya.

"Dalam sehari saya dapat 100 ribu rupiah, Saya punya tiga orang anak dan semuanya bersekolah. Bagaimana caranya bisa hidup dengan uang segitu, makanya saya suka tahan lapar dari pagi sampai sore nanti pulang di rumah baru makan lagi," ungkap Bolong, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Derita Pemulung Kota Kendari, Makan Sehari Sekali