Demo Pedagang Pasar Ampera, Kecam Pernyataan Kadis Perindagkop Konawe Kepulauan Soal Penertiban

Lukman Nul Hakim, telisik indonesia
Senin, 27 Februari 2023
0 dilihat
Demo Pedagang Pasar Ampera, Kecam Pernyataan Kadis Perindagkop Konawe Kepulauan Soal Penertiban
Para pedagang pasar Ampera berdemonstrasi di DPRD Konawe Kepulauan, Senin (27/2/2023). Foto: Lukman Nul Hakim/Telisik

" Sejumlah pedagang di pasar Ampera Desa Langara Bajo Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan berdemonstrasi sebagai bentuk protes atas penertiban oleh pemda setempat "

LANGARA, TELISIK.ID - Sejumlah pedagang di pasar Ampera Desa Langara Bajo Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan berdemonstrasi sebagai bentuk protes atas penertiban oleh pemda setempat.

Massa pun bertandang ke DPRD Konawe Kepulauan, untuk mempertanyakan adanya penertiban masyarakat nelayan Bajo yang berjualan di area Ampera, Senin (27/2/2023).

Menurut masyarakat, pemindahan tersebut akan menimbulkan kerugian pada pedagang yang sudah puluhan tahun di pasar Ampera, selain itu masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan lahan di pasar untuk berjualan.

Baca Juga: Taman Kali Bajo Langara Mulai Sepi Pungunjung Akibat Tak Terawat

Koordinator lapangan, Hendrawan mengatakan, demo tersebut merupakan salah satu bentuk luapan kekecewaan masyarakat, di mana para pedagang yang sehari-harinya nelayan dan mengantungkan hidupnya di pasar Ampera harus dipindahkan ke pasar kabupaten dengan gedung pasar yang dinilai belum memadai, seperti air, toilet, lampu, serta pengamanan yang belum tersedia.

"Apa lagi akses para nelayan ke pasar untuk menjual ikan harus sewa ojek Rp 10 ribu sekali pergi," ucap Hendrawan.

Selain itu, ada kalimat yang dianggap meyakiti hati masyarakat, di mana Kepala Dinas Perindagkop Konawe Kepulauan megeluarkan statement yang dinilai kurang etis buat masyakat, yakni diduga akan melarang para pegawai dan PNS Konawe Kepulauan agar tidak berbelanja hasil nelayan yang berjualan di pasar Ampera, selama mereka tidak mau mengindahkan permintaan untuk dievakuasi ke pasar kabupaten.

"Perlu diketahui pula bahwa area ampera merupakan hasil cucuran keringat orang tua kami, sehingga terbangun, tidak ada bantuan dari pemerintah, itu pun aspal kami menduga dibangun karena akses menuju wisata yang dekat ketika melewati jalur Ampera,” ungkapnya.

Sekertaris Komisi ll DPRD Konawe Kepulauan, Lukman saat menemui massa mengatakan, apa yang menjadi tuntutan masyarakat akan disampaikan ke pimpinan dan segera memanggil pihak terkait melalui tersebut agar bersama-sama kita laksanakan rapat dengar pendapat (RDP).

Baca Juga: Kapal Kayu Ganti Peran Fery Penyeberangan Kendari-Langara yang Docking

"Perlu ada sosialisasi matang terlebih dahulu agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan, dan terkait  air, WC, lampu, termasuk pegamanan di pasar kecamatan  itu kemarin sudah kami anggarkan, jadi sebelum terealisasi tuntutan pedagang jangan pindah dari tempat itu,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Dinas Perindagkop seharusnya tidak boleh turun ke lokasi apalagi sampai mengeluarkan statement yang dapat membuat konflik di tataran masyarakat, biarkan pihak Satpol PP dan PU sebagai lini sektor keterlibatan berdasarkan Peraturan Buoati (Perbub) yang ada.

“Insya Allah apa yang menjadi tuntutan masyarakat akan kami perjuangkan dan akan segera kami laksanakan RDP bersama stakeholder,” tutupnya. (B)

Penulis: Lukman Nul Hakim

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga