Demonstrasi Berakhir Ricuh, Buntut Dampak Lingkungan PT. GMS Konawe Selatan

Andi May, telisik indonesia
Minggu, 19 September 2021
0 dilihat
Demonstrasi Berakhir Ricuh, Buntut Dampak Lingkungan PT. GMS Konawe Selatan
Kericuhan aksi demonstrasi di Site Amesiu PT. GMS, Foto: tangkapan layar video

" Pendemo merupakan gabungan dari masyarakat, nelayan dan mahasiswa yang berasal dari Desa Sangi-Sangi. "

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Demonstrasi di Site Amesiu PT. GMS Desa Sangi-Sangi Kecamatan Laonti berujung ricuh antar pendemo dan kepolisian.  

Pasalnya, perusahaan dinilai mencemari laut sehingga membuat tangkapan ikan nelayan Desa Sangi-Sangi berkurang drastis selama beberapa bulan terakhir.

Pendemo merupakan gabungan dari masyarakat, nelayan dan mahasiswa yang berasal dari Desa Sangi-Sangi.

Menurut Wandi, salah seorang pendemo, mereka menuntut pihak perusahaan untuk bertanggung jawab atas pencemaran laut tersebut.

"Dari tanggal 15 September 2021 kemarin, sampai dengan sekarang kami melakukan aksi tuntutan terkait pencemaran laut yang dilakukan PT. GMS, bagaimana tidak? Para nelayan merasa dirugikan atas itu, tangkapan berkurang bahkan hampir tidak ada," ujar Wandi saat dihubungi Telisik.id, Minggu (19/09/2021).

Baca juga: Kronologis Warga Laonti Demo PT GMS: Tembakan Laras Panjang Polisi hingga Penangkapan Demonstran

Baca juga: Waspada, Daerah di Indonesia Ini Berpotensi Terjadi Tsunami Setinggi 33,5 Meter

Salah satu pendemo, Pian juga mengungkapkan, PT. GMS tidak mengindahkan bahkan acuh terhadap tuntutan massa aksi.

"Perusahaan mendatangkan kepolisian guna membubarkan demonstrasi, namun pengusiran dengan tindakan represif oknum kepolisian yang membuat aksi tersebut berujung ricuh," ungkapnya.

Ia juga mendengar suara tembakan sebanyak 4 kali ketika kericuhan itu terjadi.

"Terdengar suara tembakan sebanyak 4 kali pada saat itu, bahkan ada 3 orang dari kami yang ditahan oleh pihak kepolisian," bebernya.

Sampai berita ini diterbitkan, pendemo masih menggelar aksi di Site Amesiu PT. GMS. (B)

Reporter: Andi May

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga