adplus-dvertising

Diam-Diam Indonesia Borong Jet Tempur Rafale, Malaysia Kebingungan

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Sabtu, 05 Maret 2022
3038 dilihat
Diam-Diam Indonesia Borong Jet Tempur Rafale, Malaysia Kebingungan
Jet Tempur Rafale yang diborong Indonesia. Foto: Irf.com

" Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto beberapa waktu lalu sepakat membeli 42 unit pesawat tempur generasi 4,5 Dassault Rafale dengan meneken kontrak awal untuk enam pesawat terlebih dahulu "

JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto beberapa waktu lalu sepakat membeli 42 unit pesawat tempur generasi 4,5 Dassault Rafale dengan meneken kontrak awal untuk enam pesawat terlebih dahulu. 

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, saat ini belum ditentukan jumlah pilot untuk jet tempur ini. Namun, kata Fadjar, pihaknya sudah menyiapkan kriteria khusus untuk penerbang jet tempur 'gahar' itu.

"Ini masih kita tindak lanjuti dengan proses yang lain. Karena kita menyiapkan beberapa penerbang, tetapi kita belum tentukan jumlahnya. Tetapi secara kriteria kita sudah siapkan dan yang eligible untuk bisa berangkat," kata Fadjar saat jumpa pers di Mabes TNI AU,  dilansir detik.com.


Selain itu, Fadjar belum bisa menentukan skuadron terkait hal tersebut. Sebab kata dia, menempatkan satuan udara dinilai cukup kompleks.

"Lalu juga masalah penempatan, tentunya kita tidak akan jauh-jauh dari yang sudah ada dari sekarang. Karena menempatkan satuan udara cukup kompleks, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, kecuali ke depan kita mendapat perintah untuk menggelar di mana, kita akan siap," ucapnya.

Lebih lanjut, Fadjar mengatakan rencananya para pilot jet tempur Dassault Rafale, selain akan menjalani latihan di dalam negeri, juga akan menjalani latihan di Prancis.

Baca Juga: Wacana Penundaan Pemilu 2024, Jusuf Kalla: Melanggar Konstitusi

"Latihannya sendiri kita akan dilaksanakan di Prancis dan di dalam negeri," ujarnya.

Sementara itu dilansir Zonajakarta.com, melihat pembelian jet yang dilakukan Indonesia, media asing Flight Global menilai Malaysia mulai kebingungan.

"Kebingungan Malaysia. Kuala Lumpur telah lama ragu-ragu tentang peningkatan yang sangat dibutuhkan untuk armada tempur udaranya. Gejolak politik dalam negeri dan pandemi tidak banyak membantu," tulis Flight Global.

Baca Juga: Pesawat Pengangkut WNI dari Ukraina Tiba di Tanah Air

Malaysia yang kekurangan anggaran memiliki sejarah suram dengan akuisisi pertahanan yang besar.

Selama lebih dari satu dekade, ia menggoda beberapa pesawat untuk mengganti pesawat tempur RAC MiG-29 yang sekarang sudah pensiun dengan 18 pesawat tempur baru, tetapi proses ini tidak menghasilkan apa-apa.

Pada Juni 2021, ia memulai tender untuk 18 jet untuk memenuhi persyaratan pesawat tempur ringan latih baru, atau FLIR-LCA. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin

Baca Juga