Dibangun Hasil Jual Motor, SMK Fortuna Wakatobi Tetap Berprestasi Meski Siswa Belajar di Bawah Pohon

Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Kamis, 07 Mei 2026
0 dilihat
Dibangun Hasil Jual Motor, SMK Fortuna Wakatobi Tetap Berprestasi Meski Siswa Belajar di Bawah Pohon
Meski fasilitas terbatas, SMK Fortuna Wakatobi tetap bertahan demi pendidikan anak-anak. Foto: Ist.

" Semangat membangun pendidikan di tengah keterbatasan ditunjukkan pendiri Yayasan Mandati Jaya Bersatu yang menaungi SMK Fortuna Wakatobi "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Semangat membangun pendidikan di tengah keterbatasan ditunjukkan pendiri Yayasan Mandati Jaya Bersatu yang menaungi SMK Fortuna Wakatobi.  

Demi mendirikan sekolah kejuruan tersebut, pendirinya rela menukar sepeda motor pribadi untuk membeli lahan sekolah.

Pendiri SMK Fortuna Wakatobi, Jalimu, mengatakan sekolah itu lahir dari semangat pendidikan dan kecintaan terhadap dunia pariwisata.  

Menurutnya, Wakatobi sebagai daerah pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

“Selain itu, karena Kabupaten Wakatobi adalah daerah pariwisata dan membutuhkan SDM yang handal di bidangnya, sehingga kami sepakat bersama istri membuka sekolah dengan kompetensi keahlian usaha perjalanan wisata,” Tutur Jalimu, Kamis (7/5/2026).

Ia mengaku, pada awal pembangunan sekolah dirinya membeli lahan dengan cara tukar tambah sepeda motor Yamaha Vixion dan menambah uang sebesar Rp 7 juta, karena keadaan ekonominya yang tidak mendukung.

Baca Juga: Pembangunan Pabrik Produksi Aspal Buton di Karawang Jawa Barat Mendapat Penolakan

“Hanya karena semangat untuk membangun pendidikan saja dan modal nekat,” ujar Jalimu.

Meski telah berjalan selama empat tahun, kondisi belajar mengajar di sekolah tersebut masih jauh dari kelayakan. Para siswa harus belajar secara bergiliran antara ruang indoor dan outdoor akibat keterbatasan ruang belajar.

“Kondisi belajar mengajar saat ini dengan mode gilir atau berebut kelas antara kelas indoor dan outdoor dikarenakan kondisi ruang belajar yang masih kurang memadai dan jauh dari kata layak,” ungkap Jalimu.

Saat satu kelas menggunakan ruang belajar sederhana berdinding calsiboard dan beratap seng, kelas lainnya harus belajar di para-para bambu maupun di bawah pohon.

Saat ini, SMK Fortuna Wakatobi memiliki 35 siswa yang berasal dari berbagai desa dengan latar belakang ekonomi berbeda. Meski demikian, sekolah tersebut tidak pernah memungut biaya dari siswa.

“Jumlah guru saat ini 13 orang dengan disiplin ilmu sesuai tuntutan kurikulum. Alhamdulillah sampai tahun ini sudah dua guru kejuruan yang mengikuti program pemagangan yang diselenggarakan oleh BPPMPV Bispar Jakarta tahun 2025 dan 2026,” jelas Jalimu.

Di tengah keterbatasan fasilitas, para siswa tetap mampu menorehkan prestasi di bidang akademik maupun olahraga, mulai tingkat kecamatan hingga provinsi.

“Siswa kami aktif mengikuti berbagai cabang olahraga dan seni, termasuk O2SN sampai menjadi finalis tingkat nasional. Sehingga pada tahun 2023 kami mendapatkan BOS Kinerja Prestasi,” katanya.

Salah satu alumni SMK Fortuna Wakatobi, Suci, mengaku bangga pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut meski harus belajar dalam kondisi serba terbatas.

“Saya sangat bangga dan terharu karena meskipun kami belajar bergiliran bahkan di bawah pohon, kami tetap semangat belajar. Begitu juga guru-gurunya semangat mendidik kami dan memberikan ilmu,” tuturnya.

Menurut Suci, keterbatasan fasilitas tidak menghalangi sekolah memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang dan berprestasi.

“Yang paling berkesan meskipun fasilitas terbatas, sekolah tetap memberikan pendidikan terbaik untuk kami. Kami bisa mengikuti berbagai kegiatan maupun lomba di daerah maupun luar daerah,” katanya.

Ia juga mengaku pendidikan di sekolahnya memberi pengaruh besar dalam kehidupannya saat ini.

“Sekolah sangat berpengaruh dalam kehidupan saya sekarang karena saya banyak mendapatkan prestasi dan pengalaman selama sekolah di sana. Saya juga sangat bersyukur karena sekolah itu sudah membantu biaya pendidikan saya sampai S1 selesai,” beber Suci.

Baca Juga: Pemkot Baubau Genjot Kualitas Layanan Dasar Melalui Penguatan Posyandu

Suci berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih terhadap kondisi SMK Fortuna Wakatobi agar siswa bisa belajar dengan lebih nyaman.

“Harapan saya semoga sekolah itu mendapatkan perhatian dari pemerintah agar fasilitasnya lebih nyaman sehingga adik-adik bisa belajar dengan lebih baik lagi,” harapnya.

Meski telah mendapat bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) setiap tahun serta beasiswa PIP dan BSM dari pemerintah provinsi, pihak sekolah berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah maupun pemerhati pendidikan.

“Harapan terbesar kami saat ini adalah perhatian pemerintah atau semua pemerhati pendidikan sehingga kami bisa belajar di ruangan dan fasilitas yang layak seperti sekolah lain,” harap Jalimu.

Ia menegaskan, semangat siswa dan pengabdian para guru menjadi alasan utama sekolahnya tetap bertahan hingga sekarang.

“Kami tetap bertahan sampai saat ini karena semangat anak-anak yang ingin terus bersekolah di SMK Fortuna Wakatobi dan semangat bapak ibu guru dalam melaksanakan tugas sebagai guru sekaligus tempat mereka bekerja dan mengabdikan diri untuk dunia pendidikan,” tutupnya. (B)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga