Pemkot Kendari Gandeng PYC Bahas Banjir hingga Waste to Energy
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 07 Mei 2026
0 dilihat
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memimpin pertemuan bilateral bersama Yayasan PYC. Pertemuan tersebut membahas sinergi program pembangunan daerah menuju forum internasional UCLG ASPAC, termasuk penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga pengembangan investasi daerah. Foto: Ist.
" Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan langkah menuju forum internasional UCLG ASPAC dengan menggandeng Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) "

KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan langkah menuju forum internasional UCLG ASPAC dengan menggandeng Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), melalui pertemuan bilateral di ruang rapat Wali Kota Kendari, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran itu membahas sinkronisasi program pembangunan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama nasional dan internasional untuk mendukung agenda pembangunan kota.
Dalam forum tersebut, Pemkot Kendari memaparkan sejumlah persoalan prioritas yang saat ini menjadi fokus penanganan, mulai dari pengendalian banjir, revitalisasi layanan air minum PDAM, hingga pengelolaan persampahan.
Siska Karina Imran mengatakan, forum UCLG ASPAC tidak hanya menjadi ajang promosi daerah, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi pembangunan dengan berbagai pihak.
“Tujuan hari ini adalah mensinergikan kegiatan UCLG ASPAC dan program Pemerintah Kota Kendari, sekaligus mempromosikan potensi yang ada di kota ini. Kami berharap ada titik temu kolaborasi, terutama untuk program-program pemerintah yang bisa disupport bersama,” ujar Siska.
Baca Juga: Delegasi Internasional Mulai Tiba, Kendari Siap Gelar UCLG ASPAC 2026
Khusus sektor persampahan, Pemkot Kendari mulai menyiapkan langkah menuju target nasional waste to energy tahun 2027 yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sisi hulu serta penguatan Bank Sampah di tingkat kelurahan.
“Hingga saat ini, sekitar 30 dari 65 kelurahan sudah memiliki Bank Sampah. Kita ajarkan masyarakat memilah sampah plastik dan B3 agar memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Selain isu lingkungan, Pemkot Kendari juga mempromosikan potensi investasi melalui Kawasan Industri Kendari Terpadu (KKIT) seluas 1.500 hektare yang telah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
Melalui forum UCLG ASPAC, pemkot berharap dapat membuka peluang kerja sama investasi, pertukaran teknologi, hingga pengembangan kapasitas dengan pemerintah daerah di kawasan ASEAN.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center, Nita Wartini, menyambut positif langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari.
Menurutnya, kolaborasi tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan, tetapi harus diikuti implementasi nyata di lapangan.
Baca Juga: Jelang Forum Internasional di Kota Kendari, Ini Deretan Mobil Mewah Ditumpangi Delegasi Negara Asia Pasifik
“Kami mengharapkan renaksi kepala daerah benar-benar berjalan. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan untuk penjajakan sharing lebih lanjut dengan pihak terkait seperti BPSDM maupun mitra internasional lainnya,” ungkap Nita.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran teknis Pemkot Kendari, di antaranya Kepala Bappeda, Sekretaris Bappeda yang juga menjabat Plt BRIDA, serta perwakilan Dinas Kominfo.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah Pemkot Kendari memperluas jejaring internasional sekaligus mempercepat pembangunan kota yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan lingkungan. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS