Diduga Gelapkan Uang Proyek, Polda Sumut Tahan Anggota DPRD Tapanuli Utara

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Selasa, 12 April 2022
0 dilihat
Diduga Gelapkan Uang Proyek, Polda Sumut Tahan Anggota DPRD Tapanuli Utara
Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum, Ditreskrimum Polda Sumut. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

" Direskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) menahan anggota DPRD Tapanuli Utara (Taput), terkait kasus dugaan penipuan atau penggelapan uang proyek sebesar Rp 972 juta "

MEDAN, TELISIK.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) menahan anggota DPRD Tapanuli Utara (Taput), Lusiana Siregar terkait kasus dugaan penipuan atau penggelapan uang proyek sebesar Rp 972 juta.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, membenarkan adanya penahanan terhadap Lusiana atas laporan dari korban dan pemeriksaan sejumlah saksi.

"Penangkapan Lusiana atas laporan korban, kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan sesuai UU No.1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 378 dan atau 372 KUHPidana. Ditahan sejak Jumat 8 April 2022," ungkapnya.

Berdasarkan informasi, pelaku adalah pengurus Partai Nasdem Kabupaten Tapanuli Utara. Penangkapan Lusiana atas laporan korban bernama Limaret P. Sirait sesuai laporan polisi No: LP/14/I/2021/SPKT II Tanggal 5 Januari 2021 dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan sesuai UU No.1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 378 dan atau 372 KUHPidana.

Baca Juga: JPU Kejari Muna Rampungkan Dakwaan Dugaan Korupsi Kades Kasulatombi Butur

Sedangkan korban, ketika dikonfirmasi, memberikan apresiasi terhadap petugas kepolisian yang telah menahan pelaku.

Baca Juga: Polisi Kembali Temukan Korban Tewas Diduga Disiksa di Kerangkeng Milik Terbit

Menurutnya, kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini berawal saat Lusiana menjanjikan korban, akan diberikan proyek pembangunan rumah tanggap bencana relokasi pengungsi gunung Sinabung di Siosar pada September 2019 lalu.

Untuk mendapatkan proyek itu Lusiana meminta korban memberikan uang pendahuluan sampai terbitnya SPK (Surat Perintah Kerja) dan dia menjanjikan proyek dengan sistem penunjukan langsung. Namun, setelah uang diberikan, pelaku tidak kunjung menepati janjinya.

"Saya apresiasi petugas kepolisian yang telah bekerja dengan maksimal. Semoga ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan tidak ada korban lainnya," terangnya. (B)

Reporter: Reza Fahlefy

Editor: Kardin

Baca Juga