adplus-dvertising

Diduga Overcapacity 400 persen, Puluhan Napi Tewas di Lapas Kelas 1 Tangerang

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Rabu, 08 September 2021
2233 dilihat
Diduga Overcapacity 400 persen, Puluhan Napi Tewas di Lapas Kelas 1 Tangerang
Menkumham Yasonna Laoly saat melihat penampakan Lapas Kelas I Tangerang usai kebakaran, Rabu (8/9/2021). Foto : Repro liputan6.com

" Berdasarkan data yang dia peroleh, ada 41 orang yang meninggal akibat kebakaran "

JAKARTA, TELISIK.ID – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly, melakukan kunjungan kerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten.

Ia langsung mengucapkan rasa belasungkawa kepada korban kebakaran di Lapas tersebut. Bahkan, ia menginstruksikan jajarannya untuk fokus pada evakuasi dan pemulihan warga binaan yang menjadi korban kebakaran.

"Rasa duka mendalam saya sampaikan atas jatuhnya korban dalam kebakaran ini. Saya sudah menginstruksikan jajaran secepatnya memberikan penanganan terbaik untuk memulihkan korban luka. Ini musibah yang memprihatikan bagi kita semua," kata Yasonna dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (8/9/2021).


Lebih lanjut, Yasonna memastikan pihaknya akan bekerja sama dengan aparat terkait untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di Blok C Lapas tersebut pada Rabu (8/9/2021) dini hari tadi.

Yasonna juga mengatakan, berdasarkan data yang dia peroleh, ada 41 orang yang meninggal akibat kebakaran. Salah satu korban meninggal adalah warga binaan kasus terorisme, satu pembunuhan, sementara lainnya narkoba.

Selain itu, dua di antara korban meninggal merupakan warga negara asing dari Afrika Selatan dan Nigeria.

“Tentu saja kami akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menyelidiki sebab-sebab kebakaran dan tentu saja memformulasikan strategi pencegahan agar musibah berat seperti ini tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Lebih jauh, Yasonna membeberkan, Lapas Kelas I Tangerang mengalami kelebihan kapasitas atau overcapacity karena dihuni hingga 2.072 orang.

"Nah Lapas Tangerang ini overcapacity 400 persen, penghuni ada 2.072 orang, yang terbakar ini adalah blok C 2 itu model paviliun-paviliun," ujar Yasonna.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Agus Toyib mengungkapkan, 41 orang yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran di Blok C Lapas Kelas I Tangerang adalah narapidana.

Puluhan napi tersebut meninggal dunia karena tidak sempat melarikan diri akibat pintu sel masih terkunci dan petugas jaga juga sudah melarikan diri terlebih dulu.

"Terbakar karena memang kamar semua dikunci, jadi ada yang tidak sempat keluar kamar,” ujar Agus.

Baca Juga: BPOM Terbitkan Izin Vaksin Janssen COVID-19 Vaccine dan Vaksin Convidecia

Baca Juga: Menaker Klaim Bantuan Subsidi Upah Telah Disalurkan ke Berbagai Daerah Termasuk Sultra

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, membenarkan peristiwa nahas tersebut.

Dilaporkan, sebanyak 41 orang korban, 8 orang mengalami luka bakar, dan 73 orang lainnya menderita luka ringan dalam peristiwa tersebut.

Kemudian, korban meninggal dan luka bakar dibawa ke Rumah Sakit dr Sitanala dan RSUD Kabupaten Tangerang.

Mereka yang luka-luka langsung mendapat perawatan. Sedangkan korban luka ringan dirawat di Poliklinik Lapas Tangerang.

Fadil juga menjelaskan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.

Berdasarkan data awal, peristiwa ini diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

“Tadi saya sudah lihat di TKP, berdasarkan pengamatan awal patut diduga karena terjadi hubungan pendek arus listrik,” kata dia. (C)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga