Gaji Dosen STMIK Bina Bangsa Kendari Belum Dibayar, Kampus Pilih Siapkan Turnamen Voli dan Domino Rp 75 Juta
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 22 Juni 2026
0 dilihat
Yayasan STMIK Bina Bangsa Kendari disebut belum menuntaskan pembayaran honor enam dosen honorer. Foto: Meliana Tasya/Telisik
" Sejumlah dosen honorer Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa Kendari mengeluhkan honor mengajar yang hingga kini belum dibayarkan oleh pihak yayasan "

KENDARI, TELISIK.ID - Sejumlah dosen honorer Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa Kendari mengeluhkan honor mengajar yang hingga kini belum dibayarkan oleh pihak yayasan.
Keluhan tersebut muncul setelah para dosen mengaku telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademik, mulai dari penyerahan absensi, nilai mahasiswa hingga Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Berdasarkan informasi yang diterima telisik.id, terdapat enam dosen honorer yang belum menerima honor mengajar untuk semester ganjil tahun akademik 2025/2026.
Salah seorang dosen, Jahada, S.Ag., M.Pd.I, mengaku tunggakan yang dialaminya telah berlangsung lebih lama karena honor mengajarnya pada tahun akademik 2024/2025 juga belum dibayarkan.
"Saya sudah berusaha untuk meminta hak saya untuk semester ganjil tahun 2024/2025. Tetapi tidak kunjung dibayarkan. Sejak bulan April 2025 untuk berusaha mengambil honor tetapi hanya mendapat janji dari ketua yayasan untuk segera dibayarkan, tapi hingga saat ini juga belum terrealisasi," ujar Jahada dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Menurut Jahada, setelah kembali mengajar pada tahun akademik 2025/2026, honor yang menjadi haknya kembali belum dibayarkan.
Baca Juga: Perjalanan Karir Dewi Rosaria Amin hingga Jabat Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tenggara
Kondisi serupa, kata dia, juga dialami lima dosen honorer lainnya yang masih menunggu pembayaran dari pihak yayasan.
Upaya komunikasi dengan Ketua Yayasan STMIK Bina Bangsa Kendari, Muliati Saiman, S.Si., disebut telah dilakukan berulang kali. Namun, para dosen mengaku hanya menerima jawaban agar bersabar menunggu proses pembayaran.
Sekitar 20 April 2026, para dosen sempat bertemu langsung dengan ketua yayasan di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Jahada, pihak yayasan menyampaikan bahwa pembayaran honor belum dapat dilakukan karena daftar honorarium dosen luar biasa (LB) dari Program Studi Sistem Komputer belum tersedia.
Namun, setelah dilakukan konfirmasi kepada Ketua Program Studi Sistem Komputer, Laode Bakrim, para dosen memperoleh informasi bahwa data yang dimaksud telah tersedia.
Dalam pertemuan itu pula, kata Jahada, Ketua Yayasan menjanjikan pembayaran akan dilakukan pada akhir April 2026.
Pada 29 April 2026, para dosen kembali mengingatkan melalui pesan WhatsApp. Saat itu, menurut Jahada, Ketua Yayasan menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan kampus telah diambil alih oleh Dewan Pembina Yayasan, La Ode Asis.
"Keuangan sudah di ambil alih La Ode Asis, karena itu kami mau bayar pake apa," tulis Jahada, mengutip pesan yang diterimanya.
Jahada mengatakan, setelah dikonfirmasi kepada La Ode Asis, informasi tersebut dibantah. Dewan Pembina Yayasan disebut menyampaikan bahwa dirinya baru berada di Kendari dan belum lama terlibat dalam aktivitas kampus.
Meski demikian, para dosen kembali diminta menyerahkan daftar nama dosen luar biasa yang belum menerima honor. Pembayaran kemudian dijanjikan kembali setelah dana tersedia.
Janji pembayaran kembali disampaikan pada 21 Mei 2026. Saat itu, menurut Jahada, ketua yayasan menyebut honor akan dibayarkan sebelum Hari Raya Idul Adha setelah dana bantuan pemerintah daerah cair. Namun, hingga perayaan Idul Adha berlalu, pembayaran belum juga terrealisasi.
Para dosen mengaku kembali menerima janji pembayaran pada 5 Juni 2026, kemudian 12 Juni 2026, dan terakhir pada 18 Juni 2026. Hingga berita ini ditulis, honor yang dijanjikan belum diterima.
"Kami dosen LB telah dibohongi oleh Ketua Yayasan STMIK BB Kendari dan kebohongan ini dia lakukan berulang-ulang, baik janji saat bertemu langsung, lewat WA maupun lewat telepon," kata Jahada.
Keluhan juga muncul setelah salah seorang dosen honorer, Maharani Ayu Pramesti, S.S., M.Hum., menyampaikan tidak akan mengajar pada semester genap karena honor yang belum dibayarkan.
Menurut Jahada, respons yang diterima dari pihak yayasan adalah mengganti dosen tersebut dengan pengajar lain.
Di tengah persoalan tersebut, para dosen menyoroti persiapan penyelenggaraan Open Tournament Cup STMIK Bina Bangsa Kendari yang dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang mereka peroleh, turnamen itu akan mempertandingkan cabang olahraga bola voli dan domino dengan total hadiah mencapai Rp 75 juta.
Para dosen menilai persoalan honor mengajar seharusnya menjadi prioritas penyelesaian pihak yayasan.
Mereka juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan apabila pembayaran belum dilakukan setelah pemberitaan ini terbit.
"Bila belum dibayarkan setelah keluarnya berita ini, tindakan selanjutnya Dosen LB STMIK BB Kendari akan melakukan aksi jelang Open Turnament Cup dan sekaligus akan menyampaikan surat kepada LLDIKTI Wilayah IX Makassar dan ditembuskan ke Kemendikbud," tegas Jahada.
Baca Juga: SPMB SDN 3 Kendari Mulai Dibuka, Siapkan 84 Kuota dan Perkuat Pembinaan Siswa Berprestasi
Sementara itu, saat tim telisik.id melakukan konfirmasi langsung ke kampus pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 11.30 Wita, pihak kampus belum memberikan keterangan terkait keluhan para dosen honorer.
Tim juga meminta kontak ketua yayasan melalui salah seorang staf bernama Aldi. Namun, staf tersebut menyampaikan bahwa dirinya harus meminta izin terlebih dahulu kepada ketua yayasan sebelum membagikan nomor kontak yang dimaksud.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Pendiri, Dewan Pembina sekaligus Ketua Yayasan yang menaungi STMIK Bina Bangsa Kendari, Muliati Saiman, S.Si., memberikan tanggapan singkat terkait persoalan tersebut.
"Sore. Km msh punya niat baik terkait pembayaran msh menunggu dana pencairan," tulis Muliati.
"Terima kasih," lanjutnya.
Terpisah, Ketua STMIK Bina Bangsa Kendari, Ir. Faizal Aris, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Makassar dan akan memberikan penjelasan lebih lanjut setelah kembali ke Kendari.
"Maaf Saya sedang di MKS, nanti di KDI Saya Hub Kt. Km lagi ada giat disini," ucapnya melalui pesan WhatsApp. (A)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS