adplus-dvertising

Ilmuwan Hidupkan Sejumlah Virus Berusia Puluhan Ribu Tahun Akibat Pemanasan Global

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Senin, 28 November 2022
285 dilihat
Ilmuwan Hidupkan Sejumlah Virus Berusia Puluhan Ribu Tahun Akibat Pemanasan Global
Akibat pemanasan global yang sebabkan daratan beku mencair, ilmuwan dari Pusat Penelitian Ilmiah Prancis mempelajari kemunculan mikroba baru dengan menghidupkan kembali sejumlah virus dari daratan beku atau permafrost di Siberia. Foto: Repro Okezone.com

" Peneliti internasional yang mengamati sembilan virus purba yang ditemukan di permafrost Siberia mengklaim bahwa virus semacam itu masih mampu menginfeksi organisme hidup "

SIBERIA, TELISIK.ID - Akibat pemanasan global yang menyebabkan daratan beku mencair, membuat ilmuwan dari Pusat Penelitian Ilmiah Prancis tengah mempelajari kemunculan mikroba baru dengan menghidupkan kembali sejumlah virus dari daratan beku atau permafrost di Siberia.

"Seperempat belahan Bumi utara ditopang oleh tanah beku permanen, yang disebut permafrost," tulis para peneliti dalam makalah mereka seperti dilansir dari Cnnindonesia.com.

Melansir Voaindonesia.com, permafrost atau lapisan tanah yang membeku di Kanada, Alaska, dan Siberia hancur secara tiba-tiba dan bisa melepas simpanan gas rumah kaca lebih cepat dari yang diperkirakan, seperti yang telah diperingatkan oleh para ilmuwan. 


Permafrost mengandung batu-batuan, tanah, pasir, dan lapisan es. Kandungan karbonnya yang kaya adalah sisa-sisa kehidupan yang pernah ada di Kutub Utara, termasuk tanaman, hewan, dan mikroba. Masalah ini terpendam selama ribuan tahun.

Dilansir dari Sindonews.com, peneliti internasional yang mengamati sembilan virus purba yang ditemukan di permafrost Siberia mengklaim bahwa virus semacam itu masih mampu menginfeksi organisme hidup. Hal ini terbukti setelah virus purba itu menginfeksi amoeba di laboratorium.

Baca Juga: 3 Fakta Tanaman Bunga Matahari Mampu Redam Reaksi Nuklir

Ahli Mikrobiologi, Jean-Marie Alempic selaku pemimpin riset mengatakan, virus yang kembali hidup berpotensi menjadi ancaman signifikan bagi kesehatan manusia.

"Virus tertua yang ditemukan berusia hampir 50.000 tahun ini merupakan rekor dunia," katanya.

Virus berusia hampir 50.000 tahun tersebut merupakan salah satu dari 13 sampel yang diteliti, dengan sembilan di antaranya diperkirakan berusia puluhan ribu tahun. Peneliti memastikan sampel tersebut memiliki perbedaan gen dari virus lain yang telah diketahui.

Virus terbaru yang berusia 50.000 tahun diberi nama Pandoravirus yedoma yang diberi nama sesuai ukuran dan jenis tanah permafrost tempat virus itu ditemukan.

Baca Juga: 5 Ras Anjing Pelacak Lazim Digunakan Kepolisian

Sebelumnya, kelompok yang beranggotakan ilmuwan dari Rusia, Prancis, dan Jerman itu juga berhasil menghidupkan kembali dua virus purba lainnya yang berusia 30.000 tahun.

Eric Delwart, Ahli Virologi dari University of California, sepakat bahwa virus tersebut merupakan permulaan untuk mengeksplorasi apa yang tersembunyi di bawah permafrost. Meski tidak terlibat dalam penelitian ini, Delwart memiliki berbagai pengalaman menghidupkan kembali virus tumbuhan purba.

"Jika peneliti benar-benar mengisolasi virus hidup dari permafrost kuno, kemungkinan virus mamalia yang lebih kecil dan lebih sederhana juga akan bertahan dalam keadaan beku selama ribuan tahun," tuturnya. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga