SIBERIA, TELISIK.ID - Akibat pemanasan global yang menyebabkan daratan beku mencair, membuat ilmuwan dari Pusat Penelitian Ilmiah Prancis tengah mempelajari kemunculan mikroba baru dengan menghidupkan kembali sejumlah virus dari daratan beku atau permafrost di Siberia.
"Seperempat belahan Bumi utara ditopang oleh tanah beku permanen, yang disebut permafrost," tulis para peneliti dalam makalah mereka seperti dilansir dari Cnnindonesia.com.
Melansir Voaindonesia.com, permafrost atau lapisan tanah yang membeku di Kanada, Alaska, dan Siberia hancur secara tiba-tiba dan bisa melepas simpanan gas rumah kaca lebih cepat dari yang diperkirakan, seperti yang telah diperingatkan oleh para ilmuwan.
Permafrost mengandung batu-batuan, tanah, pasir, dan lapisan es. Kandungan karbonnya yang kaya adalah sisa-sisa kehidupan yang pernah ada di Kutub Utara, termasuk tanaman, hewan, dan mikroba. Masalah ini terpendam selama ribuan tahun.
Dilansir dari Sindonews.com, peneliti internasional yang mengamati sembilan virus purba yang ditemukan di permafrost Siberia mengklaim bahwa virus semacam itu masih mampu menginfeksi organisme hidup. Hal ini terbukti setelah virus purba itu menginfeksi amoeba di laboratorium.
