adplus-dvertising

Indah dan Unik, Gunung Batu Sangia Belum Ditetapkan Cagar Budaya

Hir Abrianto, telisik indonesia
Sabtu, 11 Desember 2021
2926 dilihat
Indah dan Unik, Gunung Batu Sangia Belum Ditetapkan Cagar Budaya
Gunung Batu Sangia dilihat dari Laut Kabaena. Foto: Istimewa

" Jika kita pandangi Pulau Kabaena dari kejauhan maupun dari dekat, tampak seonggok batu yang menjulang tinggi di puncak sebuah gunung. Masyarakat setempat menyebutnya Vatu Sangia atau Batu Sangia "

BOMBANA, TELISIK.ID - Jika kita pandangi Pulau Kabaena dari kejauhan maupun dari dekat, akan tampak seonggok batu yang menjulang tinggi di puncak sebuah gunung.

Warga setempat menyebutnya Vatu Sangia atau dalam bahasa Indonesia Batu Sangia.

Bentuknya indah, apalagi saat matahari terbenam atau sedang terbit. Dalam berbagai momen, Batu Sangia seringkali menjadi backgraund orang yang berswafoto.


Meski memiliki daya tarik yang indah dan unik, gunung yang memiliki arti penting bagi masyarakat Kabaena ini belum juga mendapatkan pengakuan dari pemerintah sebagai cagar budaya atau dijadikan sebagai destinasi wisata di Bombana.

Padahal, meski lokasinya di hutan belantara, gunung ini kerap dikunjungi banyak orang dengan maksud berwisata.

Bahkan, Tim Ahli Cagar Budaya yang dibentuk Pemkab Bombana pun menilai bahwa Batu Sangia adalah kekayaan alam yang terbentuk secara alami dan memiliki histori yang penting bagi masyarakat Kabaena.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan saat dikonfimasi Telisik.id pada Sabtu (11/12/2021) mengungkapkan, di Pulau Kabaena baru dua benteng yakni Benteng Tuntuntari dan Benteng Tawulagi yang ditetapkan sebagai cagar budaya, sementara Batu Sangia belum mendapatkan pengakuan.

"Kami belum mendapatkan histori lengkapnya yang bisa menjadi pendukung pertanggungjawaban secara ilmiah," ungkap Anton.

Baca Juga: Ternyata Desa Wisata Terbaik Dunia Ada di Indoneisa, Keindahannya Menakjubkan

Untuk menjadikannya sebagai cagar budaya yang diakui oleh negara (pemerintah), Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) membutuhkan materi pendukung seperti sejarah peradaban atau hubungan manusia dengan lokasi yang diduga cagar budaya, materi edukasi (pendidikan) yang dibuktikan dengan sejarah.

Tentunya materi tersebut hanya bisa didapatkan dengan dukungan tokoh masyarakat setempat atau kelompok masyarakat yang memiliki hubungan dengan  lokasi tertentu sebagai penguat.

Baca Juga: Candi Sukuh, Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

"Untuk menjadikan Batu Sangia sebagai cagar budaya maka dukungan dari tokoh masyarakat sangat penting," tambahnya.

Pihaknya berharap, nantinya Batu Sangia mendapat perhatian untuk dijadikan lokasi wisata nasional sebagaimana destinasi-destinasi wisata lainnya yang ada di Bombana. (C)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali 

Artikel Terkait
Baca Juga