adplus-dvertising

Ternyata Desa Wisata Terbaik Dunia Ada di Indoneisa, Keindahannya Menakjubkan

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Rabu, 08 Desember 2021
1343 dilihat
Ternyata Desa Wisata Terbaik Dunia Ada di Indoneisa, Keindahannya Menakjubkan
Keindahan Desa Nglanggeran di Kabupaten Gunung Kidul. Foto: Repro Koranjakarta

" Desa Nglanggeran merupakan desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung kidul, Yogyakarta "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Desa Nglanggeran merupakan desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung kidul, Yogyakarta.

Baru-baru ini Desa Nglanggeran meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 atau Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO), mengalahkan desa-desa terkenal dari berbagai negara di dunia.

Prestasi tersebut bukan hal baru yang pernah disandang desa yang masih termasuk dalam kawasan Geosite Gunung Sewu itu.


Menawarkan wisata berkualitas, Desa Wisata Nglanggeran sebelumnya pernah menyabet penghargaan ASEAN Community Based Tourism (CBT) Award 2017.

Kemudian, berhasil masuk ke dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD) pada 2018 dan mendapat Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan oleh Kemenparekraf di awal Maret 2021, merujuk situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Sejak saat itu, banyak wisatawan lokal hingga mancanegara yang mulai berdatangan ke sana untuk melihat Desa Nglanggeran yang menawan.

Baca Juga: Desa Wisata Liya Togo Wakatobi Juara 2 Terbaik Kategori Toilet Umum di Ajang ADWI 2021

Berbagai jenis aktivitas dan wisata dan dapat ditemui di desa ini. Mulai dari wisata alam, situs geologi, wisata sejarah, budaya, edukasi, wisata kuliner, dan lain-lain.

Salah satunya Gunung Api Purba yang menjadi primadona ekowisata di Desa Nglanggeran. Saat menginjakkan kaki di Desa Nlanggeran, situs ini harus menjadi daftar pertama yang wajib dikunjungi.

Gunung Api Purba dengan struktur batuan besar merupakan ikon wisata Desa Nglanggeran yang sudah diakui dunia, tepatnya oleh UNESCO sebagai situs Geopark Global Gunung Sewu.

Dari puncak gunung ini, Anda dapat berkemah dan trekking ringan sambil melihat Gunung Kidul dari ketinggian layaknya di negeri di atas awan.

Bergeser sedikit, Desa Wisata Nglanggeran juga punya air terjun bernama Kedung Kandang. Keunikan air terjun ini karena terbentuk dari susunan batuan vulkanik yang berundak, tepat di tengah-tengah terasering sawah.

Lokasinya yang berada di antara bentangan sawah hijau dan suasana yang masih asri menjadikan udaranya terasa sangat sejuk.

Meski lekat dengan wisata alamnya, Desa Nglanggeran juga menyediakan tempat yang instagramable yakni Embung Nglanggeran.

Waduk mini yang berada di ketinggian 495 mdpl ini berlatar pemandangan desa dari ketinggian serta pepohonan hijau yang wajib diabadikan.

Apalagi ketika memasuki senja, keindahan langit berwarna jingga yang dipantulkan di air waduk Embung Nglanggeran akan sangat memanjakan mata.

Baca Juga: Sepi Pengunjung, Permandian Gua Lanto Miliki Pesona Unik

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Desa Wisata Nglanggeran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhasil meraih penghargaan sebagai Best Tourism Village (desa wisata terbaik) tahun 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (World Tourism Organization/UNWTO).

"Masyarakat manunggal dengan pemerintah daerah, pengelola, serta masyarakat yang mendorong pariwisata sebagai salah satu penggerak pembangunan desa. Ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam rangka memaksimalkan kontribusi desa wisata, lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan di perdesaan," kata Sandiaga.

Penghargaan ini dianugerahkan kepada Desa Wisata Nglanggeran pada seremoni UNWTO Best Tourism Villages yang dilaksanakan dalam rangkaian program "Thematic Session" pada Sidang Umum UNWTO ke-24 di Madrid, Spanyol, Kamis lalu waktu setempat. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga