Kapusu Nosu, Kuliner Tradisional Pengganti Nasi Khas Buton yang Lezat dan Kaya Gizi

Nur Fauzia, telisik indonesia
Jumat, 26 Juli 2024
0 dilihat
Kapusu Nosu, Kuliner Tradisional Pengganti Nasi Khas Buton yang Lezat dan Kaya Gizi
Kapusu nosu salah satu makanan tradisional masyarakat Buton. Foto: Ist.

" Kapusu nosu bukan hanya sekadar hidangan lezat, tapi merupakan warisan budaya dan tradisi masyarakat Buton, termasuk di Buton Tengah, yang telah diwariskan turun-temurun "

BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Di tengah gempuran kuliner modern, tradisi kuliner nusantara patut dilestarikan. Salah satu contohnya adalah kapusu nosu, makanan khas Buton yang terbuat dari jagung tua dan santan.

La Rafia, salah satu orang tua kampung di Buton Tengah kepada Telisik.id, Jumat (26/7/2024) mengungkapkan, kapusu nosu bukan hanya sekadar hidangan lezat, kapusu nosu merupakan warisan budaya dan tradisi masyarakat Buton, termasuk di Buton Tengah, yang telah diwariskan turun-temurun.

Kata dia, sekilas, kapusu nosu tampak seperti bubur jagung. Namun, hidangan ini memiliki tekstur yang lebih padat dan rasa yang gurih, berbeda dengan bubur jagung yang umumnya manis. Kapusu nosu biasanya disajikan sebagai makanan pokok pengganti nasi, dinikmati bersama lauk pauk seperti ikan bakar, sayur, dan sambal.

Susi, seorang ibu rumah tangga asal Buton Tengah menjelaskan cara membuat kapusu nosu yang terbilang mudah. Jagung tua direbus hingga empuk, kemudian ditumbuk kasar. Selanjutnya, jagung dicampur dengan santan, garam, dan gula pasir, kemudian dimasak kembali hingga mengental.

Baca Juga: Sensasi Manis Gurih Karasi, Makanan Tradisional Khas Sulawesi Tenggara yang Menggugah Selera

Kesederhanaan bahan dan proses pembuatan ini menjadi salah satu daya tarik kapusu nosu. Masyarakat Buton Tengah dengan mudah dapat membuatnya di rumah, menjadikannya hidangan yang digemari di berbagai kalangan.

Kapusu nosu tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga kaya akan nilai gizi. Jagung, bahan utama kapusu nosu, merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat, dan protein yang baik untuk tubuh. Santan yang digunakan menambahkan lemak dan vitamin yang essential.

Baca Juga: Kasuami, Makanan Legendaris Khas Sulawesi Tenggara Pengganti Nasi

Bagi masyarakat Buton Tengah, kapusu nosu bukan sekadar hidangan biasa. Kapusu nosu merupakan simbol kearifan lokal dan tradisi turun-temurun yang patut dilestarikan.

Menyantap kapusu nosu tak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga membawa kita dalam perjalanan budaya dan tradisi Buton Tengah yang kaya dan penuh makna. (B)

Penulis: Nur Fauzia

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga