adplus-dvertising

Kasus KDRT di Bombana Mulai Marak

Hir Abrianto, telisik indonesia
Jumat, 28 Mei 2021
1131 dilihat
Kasus KDRT di Bombana Mulai Marak
Kepala UPTD PPA Bombana, Jubardin. Foto: Hir Abrianto/Telisik

" Kalau kasus kekerasan anak di bawah umur Alhamdulillah hanya satu dan masih ditangani kepolisian. Semoga tidak ada lagi kejadian. "

BOMBANA, TELISIK.ID - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kini menjadi perhatian khusus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bombana.

Kepada Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jubardin menyebutkan bahwa tahun ini marak terjadi kasus KDRT, di antaranya adalah kasus KDRT warga Desa Toburi Poleang Utara dan warga Kecamatan Masaloka. Keduanya mendapatkan pendampingan serius baik dari UPTD PPA maupun mediator.

"Dua kasus KDRT dari Toburi dan Masolaka sempat ditangani oleh kepolisian tapi berhenti diproses karena antara suami dan istri memilih damai," ucap Jubardin kepada Telisik.id, Jumat (28/5/2021).


Sementara kasus kekerasan anak hingga Bulan Mei ini, tercatat satu kasus yakni seorang gadis yang dilecehkan oleh ayah tirinya.

"Kalau kasus kekerasan anak di bawah umur Alhamdulillah hanya satu dan masih ditangani kepolisian. Semoga tidak ada lagi kejadian," sebutnya.

Baca juga: Kunker Pangdam Tertutup, Dandim 1416 Muna Tegaskan Tidak Ada Kaitan dengan Politik

Baca juga: Wabup Rasyid Yakin Tak Ada ASN Fiktif di Konsel

Saat ini, DP3A tengah menangani aduan wanita asal Sulawesi Selatan karena usai menikah dengan suaminya, ia ditinggalkan tanpa nafkah.

"Selain mendampingi korban pelecahan, saat ini juga kami tangani aduan wanita karena suaminya datang di Bombana dengan alasan bekerja. Perempuan ini menuntut haknya, apalagi berdasarkan informasi laki-laki ini sudah menikah lagi di Bombana," lanjut Jubardin.

Terpisah, Kepala Dinas P3A Bombana, Siti Sapiah menjelaskan, nantinya akan aktifkan PKK dan Satgas Anak dan Perempuan untuk memerangi kekerasan terhadap anak dan perempuan.

"Kasus kekerasan anak sudah teratasi dibandingkan tahun sebelumnya, hanya saja kasus KDRT yang sedang marak terjadi. Jadi karena sudah ada satgas yang dibentuk maka kami akan bergerak bekerja sama dengan PKK untuk melalukan edukasi hingga ke tingkat desa-desa," pungkasnya.

Mantan Kadis DLH Bombana ini menilai, penyebab utama kekerasan  terhadap anak dan perempuan selalu dilatarbelakangi oleh himpitan ekonomi. (B)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga