Kehilangan Orang Tercinta, Perempuan Ini Alami Depresi hingga Harus ke Dokter

Wa Ode Umratul Khazanah, telisik indonesia
Kamis, 09 Desember 2021
0 dilihat
Kehilangan Orang Tercinta, Perempuan Ini Alami Depresi hingga Harus ke Dokter
Ilustrasi orang depresi. Foto: Repro seruni.id

" Seorang wanita asal Kabupaten Muna merasa depresi ditinggal oleh orang dicintainya "

KENDARI, TELISIK.ID - Keluarga adalah sumbu penyemangat hidup seseorang. Namun bagaimana jadinya jika semua itu hilang dalam sekejap, pasti ia akan sangat bersedih.

Sebagaimana yang dialami Tika, seeorang wanita asal Kabupaten Muna. Ia kehilangan ibunya saat ia sangat membutuhkannya. Tak hanya itu, ia juga kehilangan orang-orang terdekat dalam waktu yang menurutnya begitu cepat.

"Saya sekarang tinggal di Morosi ikut suami. Mama meninggal tahun lalu. Sebelumnya sudah sakit parah. Beliau mengidap kanker hati," curhatnya.

Tika menambahkan, jika ibunya tidak mendapatkan penanganan serius karena sifat ayahnya yang begitu keras.

"Bukan saya mau salahkan bapak, tapi bapak terlalu keras. Mama dulu suka pindah-pindah rumah sakit. Belum sempat ditangani di rumah sakit yang satu, pindah lagi ke rumah sakit lain," tambahnya.

Setahun setelah ibunya meninggal, Tika pun kehilangan sang ayah. Ayahnya menikah lagi. Meski tak sepenuhnya hilang, tapi tetap saja. Baginya, ia sudah kehilangan sosok ayah.

"Itu yang bikin saya tidak ingin pulang kampung. Mama sudah meninggal, bapak menikah lagi,  saudara-saudara saya sudah menikah dan punya kehidupan masing-masing, belum lagi omongan tetangga yang bikin sakit hati," tuturnya.

Tak cukup sampai di situ, ujian dan cobaan seolah tak henti-henti menimpa hidupnya. Ia lalu kehilangan bayi yang bahkan belum genap 9 bulan dikandungnya.

"Bayiku meninggal dalam kandungan setelah 7 bulan usia kehamilan. Saya tidak tahu. Mungkin karena saya tidak berhati-hati dan terlalu banyak pikiran," tambahnya.

Baca Juga: Cerita Pendiri SLB di Kendari Perjuangkan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Ia merasa sangat kehilangan. Sejak saat itulah ia mulai terkena serangan panik, salah satu gejala gangguan jiwa atau depresi.

Setiap hari ia akan merasa ketakutan terhadap seauatu yang tidak diketahuinya.

Baca Juga: Menemukan Kedamaian dalam Islam, Gadis ini Putuskan Jadi Mualaf

Hingga saat ini, setiap pekan Tika harus bertemu dokter, dan mengkonsumsi banyak obat-obatan karena penyakit depresi yang ia alami. (A)

Reporter: Wa Ode Umratul Khazanah

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga