adplus-dvertising

Kemendag Gandeng Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Sarang Burung Walet

Marwan Azis, telisik indonesia
Selasa, 04 Mei 2021
1835 dilihat
Kemendag Gandeng Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Sarang Burung Walet
Petugas memeriksa kemasan sarang burung walet siap ekspor. Foto: Repro Antara

" Kita akan mengadakan shifting, mengadakan persamaan aturan-aturan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Idenya satu bahwa kita akan mencoba menggalakkan ekspor kekayaan Indonesia ini untuk mendapatkan hasil terbaik bagi petani-petani kita, bagi industri di dalam negeri "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan), untuk mendorong peningkatan ekspor sarang burung walet.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi saat memberikan keterangan pers bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai mengikuti Rapat Terbatas, yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membahas pengembangan budidaya sarang burung walet dan tanaman porang, di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

“Kita akan mengadakan shifting, mengadakan persamaan aturan-aturan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Idenya satu bahwa kita akan mencoba menggalakkan ekspor kekayaan Indonesia ini untuk mendapatkan hasil terbaik bagi petani-petani kita, bagi industri di dalam negeri,” ujarnya.


Baca Juga: Jika Indonesia Lepas dari COVID-19 2022, Ekonomi Bisa Tumbuh 5,8 Persen

Ia memaparkan, sarang burung walet mempunyai nilai yang luar biasa dan Indonesia adalah produsen utama dunia untuk komoditas ini.

“Indonesia menjadi produser utama sarang burung walet untuk dunia. Bahkan, kalau tidak salah saya, hampir 80 persen kapasitas dunia itu disuplai dari Indonesia,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2020 ekspor Indonesia untuk komoditas ini mencapai sekitar 1.316 ton dengan nilai 540 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Lutfi, terdapat disparitas harga yang luar biasa dari komoditas ini dikarenakan masing-masing negara tujuan utama mempunyai harga yang berbeda.

“Misalnya sebagai contoh Hongkong yang kita menjual hampir lebih dari 85 persen dari ekspor kita, harga per kilogramnya itu hanya 88 dolar [AS], sedangkan di RRT (Republik Rakyat Tiongkok)  harga satu kilogramnya lebih dari 1.500 dolar [AS],” terangnya.

Terkait hal tersebut, tutur Mendag, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk memastikan agar Indonesia mendapatkan harga yang terbaik bagi komoditas ini.

Baca Juga: Selama Masa Pelarangan, KM Jetliner Tetap Beroperasi Angkut Penumpang Non Mudik

“Kita akan bekerja bersama-sama, tadi dipimpin oleh Bapak Presiden, Kementerian Perdagangan akan mengadakan streamlining dari proses-proses perizinan ekspor dan memastikan bahwa kita akan mendapatkan harga yang terbaik untuk sarang burung walet tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari kunjungan kerjanya ke RRT beberapa waktu lalu, telah didapatkan komitmen untuk membeli sarang burung walet dengan total nilai Rp16 triliun.

“Hari ini angka itu baru separuhnya dan kita akan mengejar target tersebut di akhir tahun 2021,” tandasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga