KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur, seorang ibu tunggal bernama Hastitin (30) menjalani kehidupan penuh perjuangan.
Setiap hari, mulai pukul 9 pagi hingga 4 sore, ia berjualan kerupuk dan tisu di lampu merah. Selama tujuh tahun terakhir, pekerjaan ini dilakukannya demi membesarkan anaknya dan memberikan kehidupan yang lebih baik, meski menghadapi berbagai kesulitan.
Saat berjualan, Hastitin mengenakan topi dan kaos tangan untuk melindungi diri dari terik matahari. Panas tidak membuatnya gentar. Begitu lampu merah menyala, ia mulai menawarkan dagangannya kepada pengendara yang berhenti.
Hastitin menjadi ibu tunggal setelah bercerai dengan suaminya tiga tahun lalu. Sejak itu, ia menjadi satu-satunya penopang keluarga, mengurus anaknya tanpa bantuan dari pemerintah. Meski begitu, ia tidak pernah mengeluh.
"Kalau kita tidak jualan, siapa yang kasih makan dan kasih sekolah anak," ujarnya sambil menatap jauh ke depan, berharap anaknya bisa hidup lebih baik dari dirinya.
