adplus-dvertising

Kisah Pedagang Nasi Kuning dan Songkolo di Tengah PPKM

Siswanto Azis, telisik indonesia
Sabtu, 14 Agustus 2021
1878 dilihat
Kisah Pedagang Nasi Kuning dan Songkolo di Tengah PPKM
Suasana di Warung Makan Pojok 99 milik Hasan. Foto: Siswanto Azis/Telisik

" Dengan dibantu beberapa orang karyawannya, Hasan masih setia menunggu para pelanggannya yang biasa mampir makan. "

KENDARI, TELISIK.ID - Malam itu hampir saja larut, pria paruh baya itu, Daeng Hasan, masih setia menjaga warung makannya. Dengan dibantu beberapa orang karyawannya, Hasan masih setia menunggu para pelanggannya yang biasa mampir makan.

Aktivitas itu dilakoni Hasan setiap hari mulai sore hingga malam. Pedagang nasi kuning dan songkolo Warung Pojok 99 yang berlokasi di sekitaran Mall Mandonga ini, sebelum pandemi COVID-19 tergolong sangat laris.

Namun sejak COVID-19 mewabah, terlebih selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Hasan harus mengurangi jumlah dagangannya, yang tentu saja membuat penghasilannya juga berkurang.


Meski begitu, ia tetap harus berjualan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya kuliah anaknya.

“Sebelum pandemi COVID-19 saya bisa mendapatkan penghasilan Rp 1 juta hingga-Rp 1,5 juta per hari. Namun setelah penerapan PPKM, penghasilan turun drastis, hanya Rp 250 hingga Rp 300 ribu per hari,” kata Hasan.

Baca juga: Sekolah Jadi Sarana Strategis Bangun Karakter Generasi Bangsa Agar Peduli Lingkungan

Baca juga: Meski Belum Pasti Digelar Tahun Ini, DLHK Kendari Tetap Lakukan Pembinaan Adiwiyata

Ia mengaku khawatir juga dengan virus COVID-19. Tetapi kalau masih memungkinkan, dia memilih tetap berjualan karena ini satu-satunya usahanya dalam mencari nafkah untuk keluarga.

Daeng Hasan berharap pemerintah setempat memperhatikan usaha dan kehidupannya, minimal ada bantuan agar usahanya tetap bertahan.

Di tengah ancaman COVID-19, ia tetap mematuhi imbauan pemerintah untuk menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

“Di depan warung dan di belakang saya siapkan air untuk mencuci tangan lengkap dengan sabun. Tidak hanya itu, kepada setiap pembeli, tidak bosan-bosannya saya sarankan untuk memakai masker dan menjaga jarak,” katanya.

Menurutnya, hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga kesehatan sekaligus pencegahan penyebaran COVID–19.

“Semoga pandemi COVID-19 ini cepat berlalu, sehingga kita semua bisa beraktivitas normal seperti biasa,” harapnya. (C)

Reporter: Siswanto Azis

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga