adplus-dvertising

Komisi II DPR Desak KemenPAN-RB Gelar Ulang Tes CPNS, Ini Penyebabnya

Marwan Azis, telisik indonesia
Sabtu, 06 November 2021
947 dilihat
Komisi II DPR Desak KemenPAN-RB Gelar Ulang Tes CPNS, Ini Penyebabnya
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang. Foto: Repro RMOL.id

" Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) didesak untuk menggelar ulang seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 secara menyeluruh "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) didesak untuk menggelar ulang seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 secara menyeluruh.

Desakan tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang.

Menurutnya hal tersebut diperlukan, agar dugaan kecurangan saat seleksi tersebut dapat diselesaikan secara clear.


“Jadi biar clear kita mendesak agar seleksi CPNS 2021 itu diulang saja, secara menyeluruh seleksinya. Terlepas ada atau tidaknya anggaran. Ini konsekuensi," ujar politisi PDIP ini dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Berdasakan laporan dari Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (SINKA) BKN, Suharman, bagi peserta seleksi CPNS 2021 yang melakukan kecurangan, maka tidak segan-segan untuk mengenakan status diskualifikasi kepada peserta tersebut.

Tes CPNS selalu dibanjiri atensi masyarakat. BKN menyebut, ada sekitar 1,7 juta orang yang mengikuti tes penerimaan CPNS tahun 2021 ini.

Baca Juga: Yatim Piatu, Crazy Rich Surabaya Siap Merawat Putra Vanessa-Bibi Hingga Sukses

Akan tetapi, sederet proses ujian tersebut harus tercoreng karena adanya tindak kecurangan yang kebanyakan dilakukan di Pulau Sulawesi. Berikut daftarnya seperti dikutip dari Okezone.com:

1. Buol, Sulawesi Tengah

Kasus kecurangan saat pelaksanaan tes CPNS di Buol, Sulawesi Tengah ini memang cukup banyak menyita perhatian. Kejadian ini pertama kali dilaporkan pihak BKN pada 17 September 2021.

Diketahui, peserta melakukan kecurangan berupa merusak sistem CSCASN, hingga memasang software sistem remote access. Peserta sangat cepat mengerjakan soal ujian, dengan waktu yang diperlukan rata-rata hanya 8 detik per soal. Tim penyelenggara menaruh curiga akibat kejanggalan itu dan melakukan pemeriksaan.

Hasilnya, terdapat 2 PC dengan aplikasi remore rutserv. Panitia memutuskan untuk memeriksa lebih teliti dengan membawa 1 PC lainnya ke Kanreg BKN Makassar guna pemeriksaan forensik oleh tim IT.

Benar saja, aplikasi remote rutserv yang ditemukan dalam PC tersebut memungkinkan seseorang di luar lokasi ujian membantu si peserta. Kepala BKPSDM Buol yang terlibat dalam tindak kecurangan ini sudah dinonaktifkan oleh Bupati Buol, Amirudin Rauf.

2. Mamuju, Sulawesi Barat

Masih dalam pelaksanaan seleksi CPNS 2021, kecurangan juga terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat yang dilaporkan pihak BKN pada 23 September 2021. Di tempat tersebut, ditemukan sebuah PC dengan aplikasi Zoho Assist.

Peserta sudah pasti bisa mendapatkan bantuan dari pihak lain. Ia pun memperoleh nilai tertinggi se-nasional yakni 510 dari nilai maksimal 550. Aplikasi itu digunakan pada 16 September 2021, sementara itu proses install nya dikerjakan pada 12 September 2021. Sementara itu, total peserta yang melakukan kecurangan mencapai 40 orang.

3. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan

Peserta ujian CPNS di Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan mendapatkan nilai sangat baik usai menjalankan ujian pada 2 hingga 5 Oktober 2021. Namun, ada satu hal yang membuat panitia curiga. Kertas buram yang sengaja disediakan untuk wadah corat-coret saat mengerjakan soal perhitungan terlihat kosong. Dari situlah, panitia tergerak untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal ini.

Baca Juga: Pasca Lawatan Luar Negeri, Presiden Jokowi Jalani Karantina

Sebuah PC akhirnya diangkut panitia ke Kanreg BKN Makassar untuk diteliti secara forensik. Setelahnya, ditemukan adanya aplikasi remote bernama Getrscreen.me yang digunakan peserta untuk mendapat bantuan pengerjaan soal dari jarak jauh. BKN melaporkan, ada 62 orang yang terlibat dalam kasus kecurangan ini.

Namun, Junimart mewaspadai bagaimana jika ada peserta yang curang namun tetapi lolos dalam seleksi CPNS 2021.

“Bukan diskualifikasi. Ini kan ketahuan, bagaimana dengan yang lolos (seleksi) tapi tidak ketahuan (berbuat curang),” ujar Junimart dengan nada tanya.

Karena itu, sedari dini sebelum pelaksanaan Seleksi CPNS 2021, Komisi II DPR RI  telah mengingatkan KemenPAN-RB dan BKN dalam setiap rapat kerja dengar pendapat, agar kedua institusi tersebut dapat mengantisipasi hadirnya peluang kecurangan.

Junimart menilai sepanjang sistem Seleksi CPNS 2021 yang menggunakan Teknologi Informasi (TI) tersebut masih dikelola manusia, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyimpangan, seperti yang terbukti sekarang.

“Salah satunya melalui sistem operator model digitalisasi, harusnya semua berbasis TI karena sepanjang manusia masih menjadi operator, kecurangan akan terjadi dan itu terbukti sekarang," imbuhnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga