BUTON, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah melakukan pendampingan terpadu percepatan penurunan stunting di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pada pendampingan kali ini, puncaknya dipusatkan di Gedung Wakaka, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.

Deputi Koordinator Bidang Peningkatan Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Imam Pasli Mahfuz Rahim dalam sambutannya mengucapkan apresiasi kepada BKKBN yang menjadi PIC dalam pendampingan bersama dengan kementerian/lembaga, Pemerintah Provinsi Sultra dan Bupati Buton yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan pendampingan Sultra sebagai salah satu provinsi yang masuk lokus prioritas stunting tahun 2022.

Imam mengungkapkan, meski prevalensi stunting Sultra mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 31,4 persen menjadi 30,2 persen di tahun 2021, dengan prevalensi stunting di Kabupaten Buton dari 38,3 persen menjadi 33,0 persen.

Namun pada prevalensi stunting di Kabupaten Muna terjadi kenaikan dari 27,4 persen di tahun 2019 menjadi 30,8 persen dan kenaikan tertinggi (14,3 persen) terjadi di Kabupaten Buton Tengah dari 28,4 persen di tahun 2019 menjadi 42,7 persen di tahun 2021.