KENDARI, TELISIK.ID - Anggota DPRD Kota Kendari, Aprliani Puspitawati banyak menerima keluhan warga atas mahalnya LPG 3 Kilogram (Kg).
Keluhan didengar anggota Komisi II itu saat melakukan reses, pada Kamis (13/8/2020), di RT 11/RW 8 Kelurahan Mandonga.
Kata Apriliani, kelangkaan dan mahalnya LPG 3 Kg masih menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat, apalagi dalam situasi pandemi COVID-19 dan merosotnya perekonomian masyarakat dalam segi pendapatan.
Apriliani mengungkapkan, harga LPG yang diadukan masyarakat sangat jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Gas yang diperuntukan untuk warga miskin itu dijual di warung-warung dengan harga Rp 45.000-Rp 50.000.
"Kasihan masyarakat, apalagi saat ini situasi COVID-19," ujarnya, Jumat (14/8/2020).
