adplus-dvertising

Mengenal Al-Battani Tokoh Muslim Paling Berjasa di Dunia, Penemu 1 Tahun Bumi 365 Hari

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Sabtu, 12 Februari 2022
1323 dilihat
Mengenal Al-Battani Tokoh Muslim Paling Berjasa di Dunia, Penemu 1 Tahun Bumi 365 Hari
Al-Battani tokoh Muslim penemu 1 tahun bumi 365 hari. Foto: Juaranews

" Al-Battani adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan Muslim yang berpengaruh pada abad pertengahan "

KENDARI, TELISIK. ID - Al-Battani adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan Muslim yang berpengaruh pada abad pertengahan.

Dilansir dari Tirto.id, salah satu karyanya yang cukup populer adalah Kitab al-Zij, pada abad ke-12 diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul De Scientia Stellarum atau De Motu Stellarum.

Berkat penemuannya, saat ini kita bisa mengetahui bahwa dalam setahun ada 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik (sumber lain menyebut 365,24 hari).


Penemuan Al-Battani ini dianggap akurat, bahkan keakuratan pengamatan yang dilakukan Al-Battani ini membuat seorang matematikawan asal Jerman bernama Christopher Clavius menggunakannya untuk memperbaiki kalender Julian.

Atas pencapaiannya itu, ia bahkan disebut-sebut sebagai astronom terbesar Islam pada abad pertengahan.

Dilansir Kompas.com, Al-Battani lahir sekitar tahun 858 di Harran dekat Urfa, Turki. Orang Eropa mengenalnya sebagai Albategnius. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Jabir bin Sainan al-Raqqi al-Harrani al-Sabi al-Battani.

Sejak kecil, Al-Battani tertarik pada keilmuan yang digeluti ayahnya, yaitu ilmu pengetahuan mengenai benda-benda langit. Ketertarikannya tersebut membuatnya bertekad mempelajari astronomi.

Baca Juga: Mengenal Tukul Arwana, Berjuang dari Bawah hingga Jadi Pelawak Sukses

Ketika usianya menginjak 20 tahun, keluarganya pindah ke Raqqah. Di tempat baru itu, Al-Battani semakin giat belajar ilmu astronomi dan mulai melakukan penelitian.

Di Raqqah, Al-Battani mulai mempelajari naskah kuno karya Ptolomeus yang semakin membuatnya jatuh cinta pada astronomi.

Saat mempelajari ilmu astronomi, ia menemukan suatu penemuan besar, yaitu aphelium. Aphelium adalah titik terjauh bumi saat mengelilingi matahari tiap tahunnya.

Al-BattaniĀ menemukan bahwa posisi diameter matahari berbeda dengan yang dijelaskan oleh Ptolomeus dalam karyanya.

Temuannya itu juga berbeda dengan teori yang dikemukakan oleh ahli Yunani kuno sebelumnya. Al-Battani semakin leluasa memelajari naskah kuno Ptolomeus pada era kejayaan Dinasti Abbasiyah di bawah pimpinan Harun al Rasyid.

Setelah Romawi runtuh di Eropa Barat, Dinasti Abbasiyah memerintahkan membeli buku sebanyak-banyaknya untuk kemudian diterjemahkan.

Baca Juga: Kisah Sukses Chairul Tanjung, Teladan Bagi Pengusaha Indonesia

Pada akhirnya, Al-Battani berkontribusi dalam memperbaiki tatanan tata surya dan mengembangkan teori Ptolomeus menjadi lebih akurat.

Selain itu, pengamatannya juga berhasil memperbaiki pengukuran Ptolomeus tentang kemiringan sumbu. Melalui serangkaian pengamatannya itu, Al-Battani kemudian menemukan bahwa dalam satu tahun ada 365,24 hari. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga