adplus-dvertising

Menghilang Setelah Makan Malam, Pemuda Ini Ditemukan Tewas di Bendungan

Berto Davids, telisik indonesia
Selasa, 08 Februari 2022
425 dilihat
Menghilang Setelah Makan Malam, Pemuda Ini Ditemukan Tewas di Bendungan
Lokasi bendungan yang membuat seorang remaja di NTT meninggal ternggelam. Foto: Ist

" Sang Ayah mencari korban dalam rumah namun ia tidak berada dalam rumah "

ROTE NDAO, TELISIK.ID - Maksi Mesang (19), seorang pemuda asal Dusun Oesuku, Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusua Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas di Bendungan Kecil Oelupu, Dusun Oesuku, Desa Lakamola, Senin (7/2/2022) malam.

Kapolres Rote Ndao, I Nyoman Putera Sandita menjelaskan, kejadian bermula setelah korban makan malam bersama kedua orang tuanya.

Setelah makan malam, Ibu korban keluar dari rumah menuju rumah orang tuanya untuk menginap di sana. Sementara korban dan Ayahnya, Matheos Mesang (58) masih berada di rumah.


Setelah Ibu korban pergi, beberapa menit kemudian korban menghampiri ayahnya dan menanyakan keberadaan Ibunya.

Ayahnya mengatakan, jika Ibunya pergi tidur di keluarganya. Sekitar pukul 19.00 Wita, sang Ayah mencari korban dalam rumah namun ia tidak berada dalam rumah.

Ayah korban kemudian mencari lagi di sekitar rumah tetangga namun tidak menemukannya. Karena tidak menemukan korban, maka Ayah korban menuju rumah keluarga tempat di mana Ibu korban menginap.

Saat hendak melewati bendungan kecil Oelupu, ayah korban melihat sandal milik korban terapung di pinggir bendungan.

"Ayahnya melihat ada sandal yang terapung di bendungan itu," ujar Kapolres.

Baca Juga: ODGJ Diduga Bakar Sebuah Rumah di Kupang

Saat itu juga Ayah korban kembali ke rumah dan memanggil Ferluin Lenggu (21) dan Gerson Mesang serta beberapa warga untuk pergi mencari korban di sekitar bendungan kecil.

Tak berselang lama, warga menemukan korban berada di dasar air dalam bendungan tersebut. Karena korban sangat berat maka Gerson Mesang dam Ferluin Lenggu tidak bisa mengangkat korban.

Gerson dan Ferluin terpaksa menarik tubuh korban ke arah pinggir untuk diangkat bersama dengan keluarga dan dibawa ke rumah korban.

"Korban pun berhasil diangkat," kata Kapolres.

Baca Juga: 21 Kilo Sabu Jaringan Malaysia Digagalkan Masuk Makassar

Sementara itu Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nuhcayo mengatakan  pihaknya menerima informasi kalau korban menderita penyakit epilepsi psikis sejak kecil dan sedang ditangani/dirawat pihak Puskesmas Eahun, Kabupaten Rote Ndao.

Keluarga korban pun menerima kematian korban sebagai ajal dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan atau otopsi di Puskesmas Rote Timur.

"Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan" kata Anam. (B)

Reporter: Berto Davids

Editor: Kardin

Baca Juga