adplus-dvertising

Minimalisir Varian India COVID-19, 4 Kecamatan di Bangkalan Tracing Massal

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Minggu, 20 Juni 2021
339 dilihat
Minimalisir Varian India COVID-19, 4 Kecamatan di Bangkalan Tracing Massal
Wagub Jatim Emil Dardak. Foto: Ist.

" Setelah statusnya masuk dalam zona merah pandemi COVID-19, 4 kecamatan di Bangkalan dilakukan tracing lebih massal dan intensif lagi sebagai upaya meminimalisir peningkatan kasus COVID-19 terutama jenis varian India. "

SURABAYA, TELISIK.ID - Setelah statusnya masuk dalam zona merah pandemi COVID-19, 4 kecamatan di Bangkalan dilakukan tracing lebih massal dan intensif lagi sebagai upaya meminimalisir peningkatan kasus COVID-19 terutama jenis varian India.

"Dengan adanya inisiatif dari pesantren, guru agama, dan dengan adanya program rumah sehat, dapat membantu mengatasi keterbatasan ketersediaan isolasi di Bangkalan. Karena apabila ditumpukkan pada 6 rumah sakit penyanggah di Surabaya, akan berisiko. Karena Surabaya merupakan rujukan di Jawa Timur," jelas Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Minggu (20/6/2021).

Mantan Bupati Trenggalek ini menambahkan, untuk mengantisipasi penularan COVID-19 semakin meluas, Pemprov Jatim tengah mereview adanya sistem penyekatan yang saat ini tengah diberlakukan.

Baca juga: Rusun Pemkab Muna Bakal Dikontrakkan

Baca juga: Lampu Mercusuar Mati, Feri Amolengo-Labuan Kesulitan Berlayar Malam Hari

"Ada kewajiban menyediakan rapid antigen agar bisa berkendara dari Surabaya ke Bangkalan dan sebaliknya. Ini menjadi pertimbangan apabila sampai pada lebaran haji. Kami juga konsultasi pada pakar epidemologi dan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat," ujarnya.

Untuk memudahkan penanganan COVID-19 di Jawa Timur, Emil menambahkan, Pemprov Jatim juga terus intensif melakukan pemetaan dan pendataan tersedianya Bed Occupancy Rate (BOR). Itu dilakukan untuk mengantisipasi rumah sakit agar tidak terjadi over kapasitas.

"Kita memastikan program di rumah sakit bisa dibagi dengan fasilitasi isolasi, agar mendapat penanganan intesif. Terkait upaya keterbatasan Faskes (fasilitas kesehatan) di Bangkalan, itu fokus kami untuk memastikan rumah sakit penyangga menerima bukan hanya kasus dari Bangkalan saja," tandasnya. (B)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga